Tenang Saja, Trans Jatim Tak Terdampak Efisiensi, Malah Tambah Armada

Surabaya, IDN Times - Pengembangan Bus Trans Jatim menjadi salah satu sektpr yang tidak terdampak efisiensi anggaran yang sedang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Terbukti, akan ada armada mewah tambahan, Luxury Bus Trans Jatim.
Saat ini sudah ada Luxury Bus Trans Jatim sebanyak tiga armada di koridor satu. Dari tiga armada tersebut, rata-rata keterisian penumpangnya atau load factornya mencapai 80 - 90 persen. Maka, rencananya akan ditambah tiga lagi.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur Nyono mengatakan, tujuan penambahan Luxury Bus Trans Jatim ini supaya anggaran subsidi di Koridor 1 bisa dialihkan ke koridor lain untuk pengembangan dan peningkatan. "Karena masyarakat sudah mau membayar dengan tarif Rp30.000 asalkan tepat waktu," ujarnya, Selasa (18/2/2025).
"Karena sebenarnya Luxury Bus Trans Jatim ini adalah upaya kita untuk menekan anggaran subsidi agar tidak membengkak terus . Ketika load factor mencapai 100 persen, maka pelan-pelan Luxury Bus Trans Jatim kita masukkan. Tujuannya untuk mengurangi belanja subsidi untuk kita kembangkan di koridor yang lain yang membutuhkan subsidi," jelas Nyono.
Tak hanya di koridor I yang merupakan rute Surabaya Raya (Surabaya - Sidoarjo - Gresik), Luxury Bus Trans Jatim juga akan dikembangkan ke beberapa daerah lainnya. "Rencananya Luxury Bus Trans Jatim ini akan dikembangkan di koridor IV jurusan Bunder - Paciran," kata Nyono.
Selain itu, lanjut Nyono, Gubernur Jatim sudah menganggarkan dua koridor. Yakni Koridor VI dimulai dari Kertajaya - Mojosari - Japanan - Porong. "Separuh trayek dari Bus kuning kita Trans Jatimkan, supaya terintegrasi. Ini bisa mempercepat mobilitas masyarakat di Gerbang Kertasusila," katanya.
Kemudian Koridor VII melalui Pasar Larangan kemudian puspa agro ke arah Sepanjang kemudian ke arah Wonokromo. "Kita izin untuk masuk Wonokromo kalau tidak diperbolehkan kita hanya putar aja. kemudian balik lagi ke Pasar Larangan," jelasnya.
"Isya Allah akan dilaunching oleh ibu Gubernur Jatim (Khofifah Indar Parawansa) kira-kira bulan Agustus sampai September," pungkasnya.



















