Surabaya, IDN Times - Sebanyak 8.100 sepeda motor ditargetkan mendapat layanan servis gratis dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-81 Jawa Timur (Jatim) Menariknya, servis tersebut dikerjakan oleh siswa SMK yang tersebar di berbagai daerah di Jatim.
Program yang digelar Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan Jatim itu berlangsung serentak di 350 SMK dan mitra industri, Kamis (8/10/2026). Layanan dibuka mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB di bengkel SMK yang berpartisipasi.
Plt Kabid SMK Dinas Pendidikan Jatim, Agus Hariyono mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan layanan gratis kepada masyarakat. Program ini sekaligus menjadi ajang bagi siswa SMK untuk menunjukkan kompetensi yang mereka dapatkan selama mengikuti pendidikan vokasi.
"Terima kasih banyak para kepala sekolah, anak-anakku semua, juga mitra dari DUDIKA. Terima kasih atas partisipasinya untuk memberikan pendidikan berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat melalui layanan servis gratis sepeda motor," ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Agus menyampaikan, keterlibatan siswa dalam servis kendaraan menjadi bagian dari konsep pendidikan vokasi berdampak. Masyarakat bisa mendapatkan layanan, sementara siswa memperoleh pengalaman menangani kendaraan secara langsung dalam situasi yang mendekati dunia kerja.
Di Jatim sendiri terdapat 426 SMK dengan konsentrasi keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM), dengan total 57.094 siswa. Rinciannya, sebanyak 97 SMK negeri memiliki 19.700 siswa dan 329 SMK swasta memiliki 37.394 siswa. Khusus kegiatan servis gratis HUT ke-81 Jatim, sebanyak 350 SMK TSM terlibat dengan total 55.035 siswa.
Dari target 8.100 kendaraan, SMK negeri menargetkan menangani 2.795 unit atau 34,51 persen. Sementara SMK swasta menargetkan 5.305 unit atau 65,49 persen.
Agus menjelaskan, kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan kualitas pembelajaran vokasi kepada masyarakat. Pembelajaran di SMK, kata dia, lebih banyak menitikberatkan praktik dengan komposisi sekitar 70 persen praktik dan 30 persen teori.
"Anak-anak SMK kita dibekali pengalaman praktik dan dibimbing oleh para tenaga ahli. Karena itu, kompetensi mereka terus diasah agar mampu menangani pekerjaan secara profesional, termasuk dalam melakukan servis sepeda motor," jelasnya.
Tak berhenti pada praktik di sekolah, siswa juga dibekali uji kompetensi bersertifikat. Mereka juga mendapat pengalaman melalui kelas industri, praktik kerja industri hingga program teaching factory yang melibatkan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA).
"Teaching factory ini mengajarkan mereka secara langsung secara riil kerja industri. Mereka praktik langsung sesuai kurikulum dari industri. Sehingga saat lulus nanti, mereka sudah sangat siap untuk terserap DUDIKA," katanya.
Agus berharap masyarakat memanfaatkan layanan tersebut sekaligus memberikan kepercayaan terhadap kemampuan siswa SMK. "Mari manfaatkan servis sepeda motor gratis yang dilakukan anak-anak SMK kami. Mari semarakkan HUT ke-81 Pemprov Jatim, dukung penuh kompetensi siswa. SMK Jatim siap berkarya untuk masyarakat," pungkasnya.
