Magetan, IDN Times – Petani jagung di Kabupaten Magetan, Jawa Timur tengah mendapat kabar manis. Saat sejumlah daerah memasuki panen raya, harga jagung pipil kering di tingkat petani justru melambung hingga Rp7.400 per kilogram.
Harga tersebut naik sekitar 27,4 persen dibanding rata-rata harga jagung di tingkat petani pada Oktober 2025 yang berada di angka Rp5.808 per kilogram. Artinya, dalam setahun terjadi kenaikan sekitar Rp1.592 per kilogram.
Harga jagung saat ini juga sudah Rp1.000 per kilogram di atas HPP Bulog yang ditetapkan sebesar Rp6.400 per kilogram. Bahkan, harga di tingkat petani masih berpotensi terus naik. Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi petani di tengah tingginya biaya produksi. Salah satunya Taman, petani jagung asal Desa Pragak, Kecamatan Parang.
Ia mengaku hasil panen jagung musim ini cukup bagus, ditambah harga jual yang berada di level tinggi. “Alhamdulillah, dapat banyak. Hasil jagung kita dua kali lipat dibanding tanam padi,” ujar Taman, Senin (5/10/2026).
Menurut Taman, hasil dari satu musim tanam jagung bisa mencapai belasan juta rupiah. Sebagian hasilnya kemudian disiapkan sebagai modal untuk musim tanam berikutnya.
