Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sopir Truk GSJT Bertahan di Pertamina Jagir, Tak Buyar Jika...
Massa demonstran sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan. IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Massa Gerakan Sopir Jawa Timur tetap bertahan di sekitar Pertamina Jatimbalinus, Jagir Wonokromo, sejak Rabu sore hingga Kamis pagi, menyebabkan kemacetan lalu lintas.

  • GSJT menyatakan aksi berlanjut sampai ada kepastian izin pengisian solar, sementara Koordinator Supriyono menyebut belum ada pertemuan maupun komunikasi lanjutan dari Pertamina.

  • Tuntutan mencakup masalah barcode BBM subsidi dan kejelasan klasifikasi kendaraan towing, yang dinilai menghambat akses solar subsidi serta menaikkan biaya operasional pengemudi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rabu (30/9/2026) sore hingga Kamis (1/10/2026) pagi ini

Demonstran sopir truk GSJT bertahan di sekitar Pertamina Jatimbalinus, Jagir Wonokromo. Aksi tersebut menyebabkan kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi.

Kamis ini

GSJT menyatakan belum mendapat kepastian maupun komunikasi lanjutan dari Pertamina. Massa akan terus bertahan jika tuntutan akses solar bersubsidi tidak diakomodasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Demonstrasi sopir truk GSJT di sekitar Pertamina Jatimbalinus menuntut kepastian akses pembelian solar subsidi, penyelesaian polemik barcode BBM, dan kejelasan klasifikasi kendaraan towing.
  • Who?
    Massa Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT), termasuk pengemudi dan pelaku usaha angkutan barang, dipimpin Koordinator GSJT Supriyono. Pertamina menjadi pihak yang diminta memberikan kepastian.
  • Where?
    Aksi berlangsung di sekitar Pertamina Jatimbalinus, kawasan Jagir Wonokromo, Surabaya. Kemacetan terjadi di ruas lalu lintas sekitar lokasi aksi.
  • When?
    Massa bertahan sejak Rabu sore, 30 September 2026, hingga Kamis pagi, 1 Oktober 2026. Hingga Kamis, belum ada kepastian pertemuan atau komunikasi lanjutan dari Pertamina.
  • Why?
    GSJT menyatakan kendaraan towing terkendala membeli BBM subsidi akibat persoalan barcode dan klasifikasi kendaraan. Kondisi itu disebut menaikkan biaya operasional angkutan, sementara pendapatan pengemudi terbatas.
  • How?
    Para sopir bertahan di lokasi dan menyatakan tidak akan membubarkan aksi sampai ada keputusan pasti mengenai izin pengisian solar. GSJT juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga dan pengguna jalan terdampak kemacetan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para sopir truk GSJT masih berkumpul di dekat Pertamina Jagir, Surabaya. Jalan jadi macet dari Rabu sore sampai Kamis pagi. Mereka ingin boleh membeli solar murah untuk truk towing. Supriyono bilang mereka akan tetap di sana sampai ada jawaban dari Pertamina. Mereka juga minta maaf kepada warga karena jalan jadi tidak nyaman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah tuntutan yang belum memperoleh kepastian, GSJT menunjukkan kepedulian terhadap warga dengan menyampaikan permintaan maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang timbul. Aksi ini juga menyoroti persoalan operasional secara spesifik, termasuk akses solar subsidi dan klasifikasi kendaraan towing, sehingga kebutuhan pengemudi angkutan barang tersampaikan dengan jelas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Massa demonstran sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT) masih bertahan di sekitar Pertamina Jatimbalinus di kawasan Jagir Wonokromo. Akibatnya, lalu lintas sekitar lokasi mengalami kemacetan sejak Rabu (30/9/2026) sore hingga Kamis (1/10/2026) pagi ini.

Pihak GSJT menegaskan bahwa massa demonstran akan terus bertahan di lokasi tersebut, jika aspirasinya tidak diakomodir oleh Pertamina. Mereka juga meminta maaf kepada warga masyarakat terdampak aksi yang sedang beraktivitas di Kota Surabaya.

"Kami akan bertahan di sini sampai ada keputusan pasti soal kami boleh isi solar," tegas Koordinator GSJT, Supriyono kepada IDN Times.

"Kami dari GSJT meminta maaf kepada semua pengguna jalan bilamana kami dalam rangka menuntut hak kami menimbulkan kemacetan dan rasa tidak nyaman khususnya warga Surabaya yang tinggal di sekitaran tempat aksi kami," tambahnya.

Supriyono juga membeberkan bahwa pihaknya hingga Kamis ini, belum mendapatkan kepastian dari pihak Pertamina. Bahkan komunikasi lanjutan pun belum ada. "Hari ini belum ada (rencana ditemui maupun komunikasi lanjutannya," ungkapnya.

Diketahui dalam aksi ini, GSJT membawa tuntutan yang menyentuh langsung biaya operasional angkutan barang, mulai dari polemik barcode pembelian BBM subsidi hingga ketidakjelasan regulasi kendaraan towing.

Aksi tersebut menjadi demonstrasi ketiga GSJT untuk menyuarakan persoalan yang dihadapi sopir dan pelaku usaha angkutan barang. Kali ini, salah satu sorotan paling keras diarahkan kepada kebijakan pembelian BBM subsidi yang membuat kendaraan towing disebut tidak dapat mengakses bahan bakar bersubsidi.

Supriyono mengatakan, persoalan tersebut menjadi beban tambahan bagi pengemudi towing. Di satu sisi, kendaraan tetap membutuhkan BBM dalam jumlah besar untuk menjalankan aktivitas angkutan. Di sisi lain, akses terhadap BBM subsidi terkendala persoalan klasifikasi kendaraan.

Selain persoalan barcode, GSJT meminta kejelasan mengenai status kendaraan towing. Mereka mempertanyakan apakah towing masuk kategori car carrier atau memiliki klasifikasi kendaraan tersendiri.

Menurut Supriyono, ketidakjelasan tersebut berdampak langsung pada pengemudi. Ketika tidak dapat membeli BBM subsidi, biaya operasional meningkat, sementara pendapatan pengemudi relatif terbatas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article