Ngawi, IDN Times – Kebakaran hutan pinus di kawasan Gunung Butak, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, belum juga padam setelah berlangsung sekitar sepekan. Kondisi makin mengkhawatirkan karena kobaran api pada Minggu (4/10/2026) mulai mendekati permukiman warga.
Warga bahkan harus berjibaku menghalau api dengan peralatan seadanya. Di sisi lain, akses jalan penghubung Desa Sine menuju Desa Sumbersari terpaksa ditutup karena sejumlah pohon pinus di sepanjang jalur tersebut rawan tumbang.
Berikut tiga fakta terbaru kebakaran Gunung Butak Ngawi:
Karhutla Gunung Butak Ngawi Dekati Permukiman Warga

1. Api sudah membakar lebih dari 60 hektare
Kebakaran terjadi di Petak 2A1, 2A2, dan 2B yang masuk wilayah RPH Salam, BKPH Lawu Utara, KPH Lawu dan sekitarnya.
Luas kawasan hutan yang terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 60 hektare. Hingga Minggu sore, petugas masih berupaya mengendalikan api yang belum sepenuhnya padam.
Camat Sine, Agus Dwi Narimo, mengatakan kondisi kebakaran membuat warga mulai panik karena api bergerak mendekati permukiman.
"Karena kepanikan warga, dua unit pemadam kebakaran kita kerahkan ke lokasi. Kebakaran sudah sepekan dan ini sudah mendekati permukiman warga," ujarnya.
2. Jalan Sine-Sumbersari ditutup, pohon rawan tumbang
Kobaran api tak hanya mengancam kawasan hutan. Jalur penghubung Desa Sine dan Desa Sumbersari juga terdampak.
Jalan tersebut untuk sementara tidak bisa dilalui kendaraan karena terdapat banyak pohon pinus yang terbakar dan rawan tumbang.
Sejumlah pohon yang dinilai membahayakan bahkan terpaksa dipotong petugas. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko pohon tumbang menimpa warga maupun petugas yang berada di sekitar lokasi.
Suwarni, warga setempat, mengatakan situasi tersebut membuat warga panik.
"Warga panik, berlarian berusaha memadamkan api yang sudah mendekati permukiman. Jalan ditutup karena pohon rawan tumbang," katanya.
3. Dua mobil damkar dikerahkan
Pemerintah Kabupaten Ngawi mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Petugas harus bekerja ekstra karena kebakaran terjadi di kawasan hutan pinus dengan kondisi medan yang tidak mudah dijangkau.
Angin kencang juga membuat proses pemadaman semakin sulit. Petugas Damkar Kabupaten Ngawi, Wahyu Ageng Wibowo, mengatakan api harus dipadamkan secara bertahap.
"Api sulit dipadamkan karena yang terbakar hutan pinus. Kita harus padamkan satu per satu. Ini sudah mendekati permukiman dan jalan terputus," jelasnya.
Hingga Minggu petang, proses pemadaman masih berlangsung. Warga juga diminta berhati-hati dan tidak mendekati kawasan kebakaran, terutama di sepanjang jalur yang masih terdapat pohon-pohon rawan tumbang
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Karhutla Mengancam Pegunungan Jatim, 1.534 Hektare Terbakar21 Sep 2026, 11:59 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB