Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Seminggu Insiden KM Mutiara Sentosa II,  Keluarga Masih Cari Korban
Munideh, istri Abdurahman, korban KM Mutiara Sentosa II yang belum ketemu. (IDN Times/Khusnul Hasana).
  • Seminggu setelah kebakaran KM Mutiara Sentosa II, Munideh masih mencari suaminya, Abdurahman, yang tidak tercatat sebagai penumpang selamat maupun meninggal.
  • Abdurahman dipastikan memiliki tiket resmi dan telah diakui operator sebagai penumpang; keluarga berharap pencarian dilanjutkan serta hak santunan untuk anaknya diproses.
  • KM Mutiara Sentosa II rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Sumenep pada 2 Agustus 2026; Basarnas mengevakuasi 238 penumpang dan mencatat lima korban meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Tragedi kebakaran KM Mutiara Sentosa II sudah seminggu berlalu dan pencarian terhadap korban pun telah ditutup, tapi Munideh (62) masih mencari keberadaan suaminya, Abdurahman (51). Ia datang ke kantor operator kapal KM Mutiara Sentosa II, PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP) yang berada di Jalan Perak Timur Surabaya, Sabtu (8/8/2026).

Abdurahman merupakan seorang sopir ekspedisi. Pekan lalu, suami Munideh menjadi penumpang KM Mutiara Sentosa II, tiketnya ada dan masuk dalam daftar nama penumpang.

Tapi hingga kini Abdurahman tak diketahui keberadaannya di mana. Setelah proses evakuasi penumpang, Abdurahman tak ada dalam daftar nama penumpang selamat maupun meninggal dunia.

Perempuan dengan satu anak ini yakin bahwa sang suami sudah masuk ke dalam kapal. Sebab, Abdurahman sempat berpamitan ketika sudah masuk dalam kapal pada Sabtu (1/8/2026) sore lalu. "'Saya udah masuk kapal' gitu, waktu hari Sabtu sore." ungkap dia.

Setelah tragedi itu, Munideh mencari suaminya ke mana-mana, berharap agar tumpuan hidupnya itu ditemukan. Ia lalu melapor ke Posko Terpadu Penanganan Penumpang KM Mutiara Sentosa yang berada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

"Nggak ada, hampir seminggu belum ketemu sampai sekarang. Nggak ada pemberitahuan, nggak ada bukti data-datanya. Udah satu minggu," ujarnya ketika ditemui di kantor PT ALP Surabaya.

Kini, Munideh hanya bisa pasrah terhadap apa yang terjadi pada suaminya. Ia ikhlas bila sang suami ternyata harus kembali dalam keadaan meninggal dunia. "Iya, harapan saya suami saya tuh udah seminggu belum ketemu, saya udah ikhlas kalau belum ketemu sampai sekarang ,tapi mudah-mudahan masih itu masih sehat. Kalau udah takdirnya begitu, saya udah ikhlas gitu," ungkap Munideh.

Meski sudah ikhlas, Munideh masih berharap agar suaminya tetap dicari. Ia juga berharap agar bisa mendapatkan kompensasi atas peristiwa ini. "Tapi saya yang ke sini tuh minta hak warisan (santunan) anak saya gitu, soalnya anak saya masih kecil, masih butuh biaya gitu, sekolah," ucapnya.

Sementara perwakilan perusahaan tempat Abdurahman bekerja PT Lintas Karya Logistik, Tarjo memastikan bahwa Abdurahman punya tiket resmi. Operator kapal bahkan juga mengakui kepada keluarga bahwa Abdurahman ada dalam daftar penumpang resmi.

"Kebetulan tadi dari pihak pengacara dari ALP sudah menunjukkan itu data-datanya. Jadi kami dari pihak keluarga sudah merasa ya berarti benar Bapak Abdurrahman telah diakui sebagai penumpang. Dan bakal diproses sesuai hak-haknya nanti," jelas dia.

Setelah ini, pihak keluarga akan datang ke Dipolairud Polda Jatim untuk melapor kehilangan Abdurahman. Ia menyerahkan proses selanjutkan kepada Ditpolairud Polda Jatim. "Jadi setelah nanti di Polairud, nanti tidak tahu di prosesnya atau dicari lagi atau tidaknya nanti belum tahu jawabannya," pungkas dia.

KM Mutiara Sentosa II yang melayani rute Surabaya–Makassar terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep pada Ahad (2/8/2026). Berdasarkan data terbaru Basarnas, sebanyak 238 penumpang berhasil dievakuasi, dengan lima orang dinyatakan meninggal dunia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article