Surabaya, IDN Times - Ratusan massa yang tergabung dalam aksi bertajuk "Warga Surabaya Turun ke Jalan" dengan mengusung tagar #IndonesiaSekarat menggelar unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (26/6/2026). Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas di Jalan Gubernur Suryo ditutup sementara.
Massa yang didominasi kalangan muda itu tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIB setelah melakukan long march dari kawasan Monumen Kapal Selam (Monkasel), Jalan Pemuda. Mereka mengenakan pakaian kasual dan sebagian besar menggunakan penutup wajah.
Setibanya di depan Grahadi, massa langsung membentuk barisan untuk menyampaikan orasi. Saat itu, Jalan Gubernur Suryo masih dibuka sehingga sempat terjadi perlambatan arus lalu lintas. Sejumlah peserta aksi terlihat mengimbau pengendara agar tidak melintas karena aksi demonstrasi tengah berlangsung.
Tak lama berselang, aparat menutup akses Jalan Gubernur Suryo dan mengalihkan arus kendaraan, khususnya sepeda motor, menuju Jalan Taman Apsari untuk menghindari kemacetan di sekitar lokasi aksi.
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyampaikan 11 tuntutan kepada pemerintah, yakni:
Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih.
Mencabut UU Polri dan UU TNI.
Menciptakan lapangan kerja yang layak.
Membubarkan Komando Teritorial serta menghentikan keterlibatan TNI dalam ranah sipil.
Menghentikan proyek reklamasi Surabaya Waterfront Land.
Membebaskan seluruh tahanan politik serta memulihkan nama baik mereka.
Memprioritaskan anggaran pendidikan dan kesehatan.
Mewujudkan transportasi umum yang layak, inklusif, dan gratis.
Membubarkan parlemen dan membangun kuasa rakyat.
Mengakhiri kepemilikan pribadi atas alat-alat produksi.
Aksi berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini ditulis, massa masih bergantian menyampaikan orasi di depan Gedung Negara Grahadi.
