Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Puluhan Kucing di Kota Malang Mati Mendadak, Diduga Diracun

Puluhan Kucing di Kota Malang Mati Mendadak, Diduga Diracun
Ilustrasi kucing. (pexels.com/Nikola Čedíková)
Share Article

Malang, IDN Times - Puluhan kucing peliharaan milik warga di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang dikabarkan mati mendadak. Kematian ini dianggap tidak wajar karena para kucing mati secara bersamaan dan sebelumnya sehat-sehat saja. Kejadian ini pun diviralkan warga di media sosial karena meresahkan.

1. Warga mengungkapkan setidaknya ada 20 kucing yang mari mendadak

Kucing-kucing yang mati mendadak di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (IDN Times/Istimewa)
Kucing-kucing yang mati mendadak di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (IDN Times/Istimewa)

Salah seorang warga sekitar bernama Ruri mengungkapkan kalau 3 ekor kucingnya menjadi korban. Ketiganya mati mendadak secara bersamaan usai bermain di luar rumah. "Kucing saya matinya tanggal 6 Februari (2025) kemarin, mati mendadak, gak ada luka. Ternyata bukan kucing saya saja yang mati, banyak juga punya warga sekitar sini," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (19/2/2025).

Ruri mengungkapkan jika setidaknya sudah ada sekitar 20 kucing yang mati mendadak sampai hari ini. Menurutnya, kejadian ini meresahkan warga yang memiliki peliharaan kucing.

2. Warga menduga ada orang yang meracuni kucing-kucing peliharaan warga

Kucing-kucing yang mati mendadak di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (IDN Times/Istimewa)
Kucing-kucing yang mati mendadak di Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. (IDN Times/Istimewa)

Ruri mengungkapkan jika ia dan warga curiga ada orang yang sengaja meracuni kucing-kucing peliharaan warga. Pasalnya, perilaku kucing yang mati mendadak memiliki kesamaan, yaitu mengalami kejang lebih dulu.

"Jadi hampir sama semuanya, sebelum mati itu kejang-kejang dulu, kemudian lemas dan akhirnya mati. Kalau dugaan kami itu diracun orang," jelasnya.

Ia mengatakan jika kucing-kucing yang mati ini adalah peliharaan warga yang tinggal di sekitar Jalan Mawar, Jalan Telasih, sampai Jalan Locari. Sehingga warga kini waspada pada orang-orang yang memberikan makan kucing secara mencurigakan di sana.

3. Warga sulit melakukan menemukan pelaku karena tidak ada CCTV

Ilustrasi kamera CCTV. (Unsplash.com/ Nick Loggie)
Ilustrasi kamera CCTV. (Unsplash.com/ Nick Loggie)

Ruri mengungkapkan jika ia dan warga belum membuat laporan ke pihak kepolisian karena minimnya bukti. Apalagi CCTV di sekitar lokasi yang rusak, membuat mereka juga kesulitan mencari pelaku.

"Kalaupun kita menduga-duga siapa pelakunya, kita tidak memiliki bukti karena CCTV yang ada sudah rusak dan belum diperbaiki. Jadi kita belum melapor karena tidak ada bukti," tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama

Latest News Jawa Timur

See More

Kuota SMA/SMK Negeri Mentok 39,3 Persen, 79 Ribu Murid Dapat Beasiswa Sekolah Swasta

01 Jun 2026, 14:37 WIBNews