Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Polisi Dalami Kasus Kebakaran Ponpes di Surabaya

Polisi Dalami Kasus Kebakaran Ponpes di Surabaya
Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.
Share Article

Surabaya, IDN Times - Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukolilo menangani kasus kebakaran Pondok Pesantren (Ponpes) Inabah XIX di Jalan Raya Semampir Nomor 43 - 47 Medokan Semampir, Sukolilo, Surabaya. Sebab. dalam kejadian pada Minggu (18/12/2022) itu, ada santri yang sengaja membakarnya.

1. Ada lima orang saksi diperiksa

Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.
Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.

Kanit Reskrim Polsek Sukolilo, Ipda Hedjen Oktavianto mengatakan, saat ini pihaknya sedang memeriksa beberapa orang untuk penyelidikan kasus ini. Semua yang terperiksa masih berstatus sebagai saksi.

"Sementara kita periksa lima saksi," ujarnya saat dikonfirmasi IDN Times.

2. Dua santri dan tiga warga sekitar

Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.
Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.

Lima saksi itu, sambung Hedjen, ada dari internal ponpes ada yang dari eksternal. Nantinya, kelima orang tersebut akan dimintai keterangan mengenai kronologi kasus ini.

"Dua santri dan tiga warga sekitar pondok (yang diperiksa)," katanya.

3. Santri pembakar ditangani ponpes karena diduga depresi

Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.
Penanganan kebakaran di gedung Ponpes Inabah Surabaya. Dok. Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya.

Sementara terkait santri yang diduga depresi sehingga nekat membakar sarung di gudang ponpes kemudian merambat ke bangunan dua lantai masih belum dibeberkan keberadaanya. Namun berdasar informasi yang dihimpun IDN Times, santri itu ditangani pihak yayasan.

Sebelumnya, peristiwa pembakaran itu berrmula dari penjaga asrama yayasan pergi nonton perebutan juara ketiga Piala Dunia antara Kroasia Vs Maroko. Dalam laga itu Maroko kalah dengan skor 2-1 dari Kroasia.

"Kemudian salah seorang santri terindikasi depresi naik ke atas gudang yang berisikan barang-barang dan dengan sengaja membakar sarung sehingga merembet ke barang-barang di sekitarnya," ujar Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Surabaya, Wasis Sutikno.

Share Article
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin

Latest News Jawa Timur

See More

KN Permadi Dikerahkan Cari ABK Hilang di Perairan Sampang

28 Mei 2026, 21:04 WIBNews