Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pertamina Jawab Tuntutan Sopir soal Solar Subsidi, Begini...
Massa demonstran sopir truk yang tergabung dalam Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Pertamina menyatakan barcode Subsidi Tepat dapat dinonaktifkan bila sistem mendeteksi transaksi anomali, seperti pembelian berulang, jumlah tidak wajar, atau ketidaksesuaian data kendaraan.

  • GSJT menggelar aksi di Surabaya karena kendaraan towing disebut kesulitan mengakses solar subsidi melalui barcode, yang dinilai menambah biaya operasional sopir.

  • Pertamina menegaskan hanya menjalankan regulasi pemerintah, sambil memantau stok dan distribusi; GSJT bertahan menunggu kepastian akses pengisian solar tanpa komunikasi lanjutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September 2026

Massa GSJT menggelar aksi di sekitar kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di Jagir Wonokromo, Surabaya.

1 Oktober 2026

Pertamina menjelaskan barcode solar subsidi dapat tidak digunakan bila sistem mendeteksi transaksi tidak wajar. Hingga pagi hari, massa GSJT masih bertahan dan menyatakan belum ada komunikasi lanjutan dengan Pertamina.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gerakan Sopir Jawa Timur menuntut kepastian akses pembelian solar subsidi bagi kendaraan towing melalui sistem barcode Subsidi Tepat.
  • Who?
    Massa GSJT yang dikoordinasikan Supriyono, serta PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui Area Manager Ahad Rahedi, terlibat dalam polemik tersebut.
  • Where?
    Aksi berlangsung di sekitar kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus di kawasan Jagir Wonokromo, Surabaya.
  • When?
    Massa menggelar aksi pada Rabu, 30 September 2026, dan hingga Kamis pagi, 1 Oktober 2026, masih bertahan di lokasi.
  • Why?
    GSJT menyatakan kendaraan towing kesulitan mengakses solar subsidi karena klasifikasi kendaraan dalam sistem barcode, yang dinilai berdampak pada biaya operasional sopir.
  • How?
    Pertamina menerapkan barcode sesuai regulasi pemerintah dan dapat menonaktifkannya bila terdeteksi transaksi tidak wajar, seperti pembelian berulang, jumlah tidak wajar, atau data kendaraan tidak sesuai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sopir truk di Jawa Timur datang ke kantor Pertamina di Surabaya. Mereka ingin kendaraan towing bisa beli solar murah dengan barcode. Pertamina bilang barcode bisa tidak dipakai kalau ada pembelian yang aneh atau data kendaraan tidak cocok. Sampai sekarang, para sopir masih menunggu jawaban pasti dan tetap di sana.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penjelasan Pertamina menunjukkan adanya upaya menjaga penyaluran solar subsidi tetap tertib melalui mekanisme yang mengacu pada regulasi pemerintah. Di tengah aspirasi sopir, perusahaan menyatakan menghormati pelanggan, memantau stok dan kebutuhan di lapangan, serta berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan agar pelayanan masyarakat tetap berjalan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus buka suara soal polemik akses solar subsidi yang dipersoalkan Gerakan Sopir Jawa Timur (GSJT). Pertamina menegaskan sistem barcode dalam pembelian BBM subsidi merupakan bagian dari mekanisme Subsidi Tepat dan dapat tidak digunakan apabila sistem mendeteksi adanya transaksi yang dinilai tidak wajar.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, mekanisme itu diterapkan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi sesuai dengan ketentuan pemerintah.

Barcode, kata dia, dapat tidak digunakan apabila sistem mendeteksi anomali dalam transaksi. Misalnya pembelian berulang, pembelian dalam jumlah yang tidak wajar, atau ketidaksesuaian antara data kendaraan yang terdaftar pada barcode dengan kendaraan yang melakukan pengisian di SPBU.

"Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menghormati aspirasi dari masyarakat termasuk supir truk yang merupakan pelanggan kami dan terus memastikan ketersediaan serta penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan pemerintah," ujar Ahad saat dikonfirmasi IDN Times, Kamis (1/10/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah massa GSJT menggelar aksi di sekitar kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, kawasan Jagir Wonokromo, Surabaya, Rabu (30/9/2026). Hingga Kamis (1/10/2026) pagi, massa masih bertahan di lokasi dan menuntut kejelasan akses solar subsidi bagi kendaraan towing.

GSJT sebelumnya mempersoalkan kendaraan towing yang disebut kesulitan mengakses BBM subsidi melalui sistem barcode. Mereka menilai persoalan klasifikasi kendaraan berdampak langsung terhadap biaya operasional sopir.

Pertamina menegaskan, penggunaan barcode bukan kebijakan yang dibuat sendiri oleh perusahaan. Mekanisme tersebut merupakan bagian dari sistem penyaluran BBM subsidi berdasarkan regulasi pemerintah.

"Sebagai operator distribusi, Pertamina Patra Niaga menjalankan proses penyaluran berdasarkan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah selaku regulator. Pertamina Patra Niaga tidak memiliki kewenangan untuk mengubah ketentuan penyaluran BBM subsidi yang telah ditetapkan oleh pemerintah," jelas Ahad.

Pertamina menyatakan ruang geraknya berada pada pelaksanaan distribusi, bukan menentukan kembali kendaraan atau pengguna mana yang berhak memperoleh BBM subsidi. Pertamina juga memastikan pemantauan terhadap stok dan kebutuhan BBM di lapangan terus dilakukan. Pasokan serta penyaluran BBM subsidi melalui lembaga penyalur resmi dioptimalkan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.

"Pertamina memahami bahwa kelancaran akses terhadap BBM merupakan hal yang penting bagi aktivitas masyarakat. Karena itu, dalam menjalankan mandat pemerintah sebagai operator, kami terus mengedepankan pelayanan bagi masyarakat secara luas, sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi tetap berjalan sesuai ketentuan," lanjut Ahad.

Pertamina juga terus berkoordinasi dengan lembaga penyalur dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan pelayanan di lapangan berjalan lancar, termasuk memantau kebutuhan BBM dan kondisi penyaluran di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, GSJT masih menunggu kepastian mengenai tuntutannya. Koordinator GSJT, Supriyono, mengatakan massa akan bertahan sampai ada keputusan mengenai akses pengisian solar bagi kendaraan mereka. "Kami akan bertahan di sini sampai ada keputusan pasti soal kami boleh isi solar," tegas Supriyono.

Menurut Supriyono, hingga Kamis pagi belum ada komunikasi lanjutan dengan Pertamina. "Hari ini belum ada (rencana ditemui maupun komunikasi lanjutannya)," ungkapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article