Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pendaki Semeru yang Masuk lewat Jalur Ilegal Bakal Ditindak Tegas
ilustrasi Gunung Semeru (unsplash.com/Iswanto Arif)
  • BB TNBTS menegaskan tiga pendaki Gunung Semeru masuk lewat jalur ilegal dan akan dikenai sanksi setelah proses evakuasi selesai.
  • Pihak BB TNBTS memastikan jalur pendakian resmi hanya sampai Ranu Kumbolo, sementara puncak Mahameru tetap ditutup karena status Level III (Siaga).
  • Hingga 5 Juni 2026, dua pendaki telah berhasil dievakuasi ke Puskesmas Ampelgading, sedangkan satu pendaki bernama Cakra masih terjebak di jurang akibat cedera parah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Malang, IDN Times - Proses evakuasi 3 pendaki Gunung Semeru yang mengalami kecelakaan masih terus berlangsung. Hingga hari ini (5/6/2026), ternyata baru 2 pendaki yang berhasil dievakuasi, tersisa 1 pendaki yang bekum dievakuasi yaitu Cakra (18) yang terperosok ke dalam jurang sedalam 375 meter.

1. BB TNBTS akan tutup jalur ilegal Gunung Semeru

Proses evakuasi pendaki Gunung Semeru. (Dok. SAR Surabaya)

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Bambang Suryono menyampaikan jika pihaknya saat ini masih fokus untuk melakukan evakuasi kepada korban. Tapi mereka juga melakukan pertimbangan-pertimbangan untuk menindaklanjuti agar kedepannya tidak ada insiden serupa.

"Kami perlu menekankan kembali bahwa jalur yang digunakan oleh para pendaki dalam insiden ini bukan merupakan jalur pendakian resmi yang kami kelola. Oleh karena itu, kami akan melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait mengenai titik akses yang digunakan untuk memasuki kawasan secara ilegal tersebut. Jika diperlukan, kami akan mengambil langkah pengamanan tambahan, seperti pemasangan papan larangan yang lebih tegas," terangnya pada Jumat (5/6/2026).

Bambang menegaskan jika akan ada sanksi tegas pada ketiga pendaki yang masuk kawasan Gunung Semeru lewat jalur ilegal tersebut. Tapi pihaknya saat ini masih fokus pada upaya evakuasi, sehingga belum ditentukan sanksi apa yang akan diberikan.

2. BB TNBTS tegaskan Puncak Gunung Semeru masih ditutup

puncak Gunung Semeru (twitter.com/S_Yudhani)

Lebih lanjut, Bambang juga menegaskan jika pendakian Gunung Semeru maksimal hanya mencapai Ranu Kumbolo saja. Masyarakat dilarang untuk naik ke puncak Gunung Semeru atau Mahameru sampai waktu yang tidak ditentukan.

"Jalur pendakian menuju puncak Gunung Semeru masih ditutup, mengingat status gunung yang berada pada Level III (Siaga). Saat ini, kunjungan di area Gunung Semeru kami batasi hanya sampai di Ranu Kumbolo. Tentu saja, kunjungan ke sana pun wajib melalui pintu masuk resmi kawasan BB TNBTS,'' pungkasnya.

3. Baru 2 pendaki Gunung Semeru yang dievakuasi, masih ada 1 yang belum berhasil turun

Upaya evakuasi pendaki di Gunung Semeru. (Dok. BB TNBTS)

Bambang membenarkan jika baru ada 2 pendaki yang berhasil dievakuasi dan langsung dibawa ke Puskesmas Ampelgading. Sementara 1 pendaki atas nama Cakra bekum bisa dibawa turun karena mengalami cedera parah pada pergelangan kaki.

"Dua orang survivor korban telah berhasil dibawa dan tiba di Posko pada tanggal 5 Juni 2026 sekitar pukul 00.07 dini hari. Fokus utama kami saat ini adalah penanganan dan evakuasi korban," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article