Surabaya, IDN Times - Pelayaran dari Surabaya menuju sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berjalan meski sejumlah daerah masih dalam proses pemulihan pascagempa. Di tengah aktivitas pelayaran yang tidak berhenti, bantuan kemanusiaan dari PT Dharma Lautan Utama (DLU) Holding bersama grup dan mitra usahanya juga terus mengalir ke wilayah terdampak.
Direktur Operasi dan Usaha PT DLU, Rakhmatika Ardianto memastikan, tidak ada pembatalan maupun penundaan perjalanan kapal menuju NTT akibat gempa. Operasional tetap dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi pelabuhan dan aspek keselamatan penumpang.
“Karena kami tidak terlalu terdampak secara langsung terhadap kondisi pelabuhan. Hanya untuk wilayah Maumere, ada kerusakan terminal penumpang, untuk dermaga masih tetap bisa disandari kapal,” ujar Rakhmat.
Rakhmat membeberkan, sebagian besar pelabuhan di NTT masih dapat melayani kapal. Kondisi berbeda terjadi di Maumere yang mengalami kerusakan pada terminal penumpang, sementara fasilitas dermaga masih memungkinkan kapal untuk bersandar.
Di tengah kondisi tersebut, DLU juga mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang sekitar 3 persen. Namun, kenaikan itu belum menunjukkan adanya perpindahan besar-besaran pengguna pesawat ke transportasi laut.
“Memang untuk penumpang sedikit ada kenaikan sebesar 3 persen-an, terkait dengan efek tiket pesawat, tetapi terlalu tajam pengaruhnya. Segmentasinya berbeda antara kapal dengan pesawat, sehingga kenaikan tidak terlalu banyak,” kata Rakhmat.
Ia mengatakan pengguna kapal masih didominasi masyarakat yang sejak awal memilih transportasi laut untuk perjalanan antarpulau. “Karena segmen yang berbeda, kita tidak bisa bicara demikian ya. Saat ini penggunanya adalah pengguna yang memang sebelumnya memilih jalur laut,” ujarnya.
Sementara aktivitas pelayaran tetap berjalan, DLU bersama sejumlah pihak juga mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Nagekeo, NTT. Sebanyak 12 truk dengan total sekitar 60 ton bantuan dikirim ke Nagekeo.
Bantuan diterima langsung Bupati Nagekeo Simplisius Donatus bersama Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada. Pengiriman dipimpin Penasehat Utama sekaligus Owner PT DLU Bambang Haryo Soekartono, didampingi Direktur Utama PT DLU Erwin H Poedjono serta Direktur Keuangan PT DLU sekaligus Ketua DPP Gapasdap Khoiri Soetomo.
Bantuan tersebut berasal dari sejumlah sumber, mulai dari sumbangan pribadi Bambang Haryo Soekartono, program CSR PT DLU Holding, asosiasi Gapasdap, hingga dukungan mitra usaha dan perusahaan ekspedisi.
Direktur Utama PT DLU Erwin Poedjono mengatakan bantuan dikirim untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang masih menjalani masa pemulihan pascabencana. “Ini untuk bantuan korban bencana di Nagekeo yang berjumlah 12 truk. Bantuan ini berasal dari PT DLU Holding,” ungkapnya.
Bantuan yang disalurkan tidak hanya berupa bahan pangan. DLU juga mengirim kebutuhan bagi kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.
Sejumlah kebutuhan pokok yang dikirim antara lain beras, makanan instan, gula pasir, kopi, teh, minyak goreng, serta kebutuhan sehari-hari. Untuk bayi dan balita, bantuan mencakup popok dan kebutuhan khusus lainnya.
DLU juga mengirim obat-obatan generik, toilet portabel, serta genset berkapasitas besar untuk mendukung kebutuhan masyarakat di lokasi pengungsian. “Bantuan ini juga mencakup kebutuhan pokok bayi, balita, ibu hamil dan ibu menyusui,” kata Erwin.
Perhatian juga diberikan kepada anak-anak pengungsi. Buku, alat tulis, mainan, dan buku bergambar ikut dikirim agar anak-anak tetap memiliki aktivitas belajar selama berada di pengungsian.
“Ada buku, alat tulis, mainan, dan buku bergambar. Tujuannya agar anak-anak yang berada di posko pengungsian bisa tetap belajar menulis dan membaca,” jelas Erwin.
Distribusi bantuan tidak berhenti di posko utama. DLU berencana meneruskan bantuan ke sejumlah posko pengungsian di wilayah terdampak agar bantuan dapat diterima masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan ini akan kami serahkan langsung ke setiap posko agar tepat sasaran,” tegasnya.
Selain bantuan kemanusiaan, Bambang Haryo Soekartono turut menyoroti pemulihan infrastruktur Nagekeo, khususnya Pelabuhan Marapokot. Infrastruktur tersebut dinilai strategis untuk mendukung mobilitas barang dan distribusi logistik melalui jalur laut.
Bambang mendorong pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan dan Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat pemulihan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat gempa.
“Pemulihan kembali Pelabuhan Marapokot itu bertujuan agar mobilitas logistik lewat laut bisa berjalan lancar dan tidak terhambat. Di lain sisi, jalan dan jembatan yang rusak juga harus menjadi prioritas,” katanya.
Menurutnya, pemulihan pelabuhan, jalan, dan jembatan menjadi bagian penting dari percepatan pemulihan masyarakat. Infrastruktur yang kembali berfungsi akan memudahkan distribusi bantuan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat kembali bergerak.
