Surabaya, IDN Times - Satu pasien korban ledakan di kawasan Ruko Perumahan San Marino, Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, dirujuk dari RS Haji ke RSUD Dr Soetomo, Selasa (6/10/2026). Pasien tersebut kini menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Dr Soetomo.
Kabag Umum RSUD Dr Soetomo, Robeth Jabar, melalui stafnya, Niken, membenarkan bahwa satu pasien telah mendapatkan penanganan medis di rumah sakit rujukan tersebut. "Saat ini satu pasien telah dirawat di IGD," kata Niken kepada IDN Times.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat menyampaikan tingkat keparahan luka yang dialami pasien. Tim medis masih melakukan pemeriksaan untuk menilai kondisi pasien, termasuk tingkat luka bakar yang diderita.
"Belum bisa disampaikan. Masih dilakukan pemeriksaan untuk penilaian luka bakarnya," ujarnya.
Pasien tersebut sebelumnya mendapatkan penanganan di RS Haji sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Dr Soetomo untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.
Hingga kini, kondisi medis pasien masih dalam proses evaluasi tim dokter. Informasi mengenai identitas, tingkat keparahan luka, maupun perkembangan kondisi pasien belum disampaikan secara resmi oleh pihak rumah sakit.
Sebelumnya, lima orang mengalami luka-luka akibat ledakan terjadi di sebuah rumah toko (ruko) Nasi Tempong Dewi Sri di Jalan San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Mereka adalah karyawan rumah makan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistyawan mengatakan, setidaknya ada lima yang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut. Mereka telah menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
"Ada empat korban laki-laki. Kemudian satu korban perempuan sudah dirawat di rumah sakit Haji. Dan mudah-mudahan segera diberikan sembuh," ujarnya di lokasi.
Sementara itu, penyebab ledakan di kawasan Ruko San Marino Pakuwon City masih dalam penyelidikan kepolisian. Berdasarkan keterangan awal sejumlah saksi, sebelum kejadian terdapat aktivitas memasak di bangunan tersebut.
Polisi menduga ledakan kemungkinan berkaitan dengan tabung elpiji, tetapi penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara.
