Surabaya, IDN Times - Muncul dugaan pelecehan seksual menggunakan boneka di Jalan Tunjungan, Surabaya. Modusnya, pelaku mengajak korban untuk membuat konten menggunakan boneka.
Dugaan kekerasan seksual ini pun ramai di media sosial setelah salah satu terduga korban menceritakan lewat Threads. Korban diajak membuat konten oleh sekelompok orang dengan membawa sebuah boneka, tetapi boneka tersebut telah dimodifikasi dengan diberi ekor panjang pada bagian depan. Korban merasa boneka tersebut "ambigu''.
"Buat perempuan yang lagi me time atau sama temen perempuan juga ketika lagi jalan" di Jl. Tunjungan siang" atau malem" kalian harus hati" kalo liat gerombolan cowo biasanya nongkrong di depan family mart dan Indomaret depan kopi Djawa ada sekitar 5 orang atau lebih salah satu nya bawa motor ninja, terus bawa boneka Tedy bear," tulis pemilik akun @arseniast._.
Pemilik akun bercerita bahwa kejadian tersebut bermula ketika dirinya sedang berjalan-jalan di Jalan Tunjungan, tiba-tiba datang lima orang pria membawa boneka. Mereka mengajak korban membuat konten dengan boneka yang telah dibawa.
Tetapi korban merasa ada yang aneh, sebab, bentuk bonekanya telah dimodifikasi. Korban pun melihat-lihat konten pelaku, ternyata bukan sekali mereka melalukan hal tersebut.
"Awalnya dicegat kemudian diajak bikin konten yg katanya itu cuma boneka, bilangnya gini "nanti kita Tos an biasa kak terus nanti aku kasih boneka aja, abis itu nanti saling lempar sama temennya sambil ketawa-ketawa aja," tulis pemilik akun. Di situ dia ga bilang kalo boneka nya AMBIGU, sekali lagi AMBIGU, setelah aku stalk apa ytb nya ternyata banyak banget korban nya, dan masih berkeliaran di JL. TUNJUNGAN
dividio nya sih diliat" nih org cari cewe yg jalan berdua biar bisa buat lempar"an bonekanya," tulis korban.
Kabar terbaru, pelaku telah menghubungi korban untuk meminta maaf. Korban pun memaafkan pelaku dan berharap agar kejadian serupa tak terjadi lagi di ruang publik.
"Saya menghargai itikad baik untuk menyelesaikan secara damai. Untuk itu, dengan ini saya menyatakan permasalahan ini
saya anggap selesai secara personal.
bukti terlampir, tersebut."
Sementara itu, Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya ketika dihubungi IDN Times terkait konten dugaan pelecehan seksual di Jalan Tunjungan ini ¹masih belum memberi jawaban.
