Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Munas-Konbes NU Digelar di Ploso, Bursa Calon Ketum PBNU Menghangat
Calon Ketum PBNU, KH Abdussalam Shohib (kiri). IDN Times/Ardiansyah Fajar.
  • Munas Alim Ulama dan Konbes NU akan digelar 20–21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri, sebagai tahapan penting menuju Muktamar ke-35 NU.
  • Forum Munas dan Konbes akan membahas isu strategis organisasi serta menentukan lokasi dan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 yang hingga kini belum diputuskan.
  • Menjelang Munas-Konbes, bursa calon Ketua Umum PBNU mulai menghangat dengan sejumlah nama seperti Gus Salam, Cak Imin, KH Zulfa Mustofa, dan Gus Yusuf disebut sebagai kandidat potensial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU akan digelar pada 20-21 Juni 2026 di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. Agenda tersebut menjadi tahapan penting menjelang Muktamar ke-35 NU yang akan menentukan kepengurusan baru organisasi terbesar di Indonesia itu.

Keputusan penyelenggaraan Munas dan Konbes di Ploso ditetapkan melalui surat Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bernomor 353/PB.23/A.II.08.03/99/06/2026. Dalam surat tersebut, Rais Aam menyebut keputusan lokasi telah dikomunikasikan kepada Ketua Umum PBNU sejak 1 Juni 2026 dan meminta panitia segera mempersiapkan pelaksanaan agenda tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Risalah Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam berharap keputusan tersebut dapat diterima seluruh pihak agar tidak memunculkan polemik internal yang berpotensi mengganggu pelaksanaan kegiatan di pesantren.

"Saya berharap semuanya clear dan disepakati oleh semua pihak yang memang harus menyepakati itu. Jangan sampai kemudian yang terjadi di internal berimbas kepada pelaksanaan di pesantren," ujarnya, Sabtu (6/6/2026).

Menurut Gus Salam, Munas dan Konbes merupakan tahapan yang wajib dilaksanakan sebelum Muktamar NU. Forum tersebut nantinya tidak hanya membahas persoalan strategis organisasi, tetapi juga akan menentukan lokasi serta jadwal pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.

"Memang aturannya seperti itu. Munas dan Konbes harus ditempuh sebelum Muktamar," katanya.

Ia menjelaskan, hingga kini lokasi Muktamar ke-35 NU belum diputuskan. Penentuan tuan rumah akan dibahas dalam forum Munas dan Konbes di Ploso. Sejumlah pesantren dan pengurus wilayah disebut telah menyampaikan kesediaan menjadi tuan rumah muktamar.

Dari kalangan pesantren, terdapat Pondok Pesantren Lirboyo Kediri, Pondok Pesantren Amanatul Ummah Mojokerto, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Asembagus Situbondo, Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, serta pesantren di Bangkalan yang telah menyatakan kesiapan.

Sementara dari unsur organisasi wilayah, sejumlah PWNU yang telah mengajukan diri secara resmi sebagai calon tuan rumah ialah PWNU Nusa Tenggara Barat, Sumatera Barat, DKI Jakarta dan Kalimantan Selatan.

"Kalau untuk Muktamar belum diputuskan. Nanti ditentukan di Munas dan Konbes di Ploso," ungkap Gus Salam.

Selain menjadi forum penentuan lokasi Muktamar, pelaksanaan Munas dan Konbes juga mulai memanaskan bursa calon Ketua Umum PBNU periode mendatang. Sejumlah nama mulai diperbincangkan di kalangan nahdliyin sebagai kandidat yang berpotensi maju dalam Muktamar ke-35 NU.

Menurut Gus Salam, nama-nama yang saat ini paling sering disebut antara lain dirinya sendiri, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, KH Zulfa Mustofa, serta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo Magelang KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf.

"Yang beredar sekarang ya nama-nama itu," katanya.

Selain empat nama tersebut, muncul pula spekulasi mengenai kemungkinan masuknya figur dari kalangan kabinet pemerintahan. Namun, menurut Gus Salam, peluang itu masih belum terlihat jelas.

Ia mencontohkan Menteri Agama KH Nassarudin Umar serta Menteri Haji Muhammad Irfan Yusuf atau Gus Irfan yang menurutnya tidak menunjukkan minat untuk masuk dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.

"Yang masih tanda tanya ini Menteri Agama," kata Gus Salam.

"Kalau Menteri Haji, ketika saya ketemu sih kayaknya beliau (Gus Irfan) tidak berminat ke sana. Karena beliau memang belum pernah terjun langsung di NU dan sejak awal lebih banyak berkiprah di Partai Gerindra," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article