Banyuwangi, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banyuwangi, Jawa Timur, telah menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024. Melalui pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan, KPU Banyuwangi telah menetapkan ada sebanyak 1.341.678 masyarakat yang memenuhi syarat sebagai pemilih.
KPU Banyuwangi Tetapkan DPT Pemilu 2024 Sejumlah 1,3 Juta Pemilih

Take a Deeper Reads
1. Jumlah pemilih menurun, banyak yang meninggal
Menurut Ketua KPU Banyuwangi, Dwi Anggraini Rahman, jumlah pemilih pada Pemilu 2024 ini mengalami penurunan dibandingkan tahun politik sebelumnya. Yakni selisih 1.309. Kendati demikian, dari sisi pemilih baru ada penambahan sejumlah 1.295 pemilh.
Penurunan tersebut berdasarkan beberapa sumber, yakni dari pencermatan KPU sendiri, pengawasan Bawaslu dan saran masukan dari masyarakat. Dwi merinci, ada perubahan dari pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dengan kode meninggal sebanyak 57,6 persen. Kemudian TMS ganda ada 13,9 persen, TMS umur 2,5 persen, TMS pindah 25,8 persen, TMS TNI 0,05 persen.
"Jika dibandingkan dengan tahun kemarin ada penurunan pemilih aktif. Penyebab penurunan dari TMS," ungkap Dwi, Rabu (21/6/2023).
2. Ada 5.135 TPS dari 217 Desa dan Kelurahan
Berdasarkan data KPU Banyuwangi, dari total 217 desa dan kelurahan, KPU Banyuwangi menetapkan sebanyak 5.135 Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dari jumlah TPS tersebut ada beberapa yang akan didirikan di lokasi khusus. Lokasi tersebut berada di Lembaga Pemasyarakatan atau Lapas dan juga di Pondok Pesantren.
"Di Lapas ada 4, kemudian di Pondok Pesantren Blokagung ada 8 dan di Gontor ada 2," jelas Dwi.
3. Saran Perbaikan dari Bawaslu dieksekusi sempurna
Sementara itu, menurut Komisioner Divisi Hukum Bawaslu Provinsi Jatim, pada rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan DPT Pemilu 2024 di tingkat Kabupaten saat ini hampir tidak ada catatan khusus. Sejauh pengawasan yang dilakukan, setiap saran perbaikan dari Bawaslu sudah dieksekusi dengan baik oleh KPU Banyuwangi.
"Hanya sedikit catatan saja yang ada di lokasi khusus. Misalnya di Pondok Pesantren, karena setelah ini akan ada masa penerimaan santri baru, itu butuh antisipasi bersama. Sementara untuk saran perbaikan baik itu dari pengawas tingkat desa atau kecamatan, dan alhamdulilah sudah dieksekusi," jelas Purnomo Satrio.
Curated For You
- Mengendus Harumnya Bisnis Nilam Indonesia yang Terbang ke Luar Negeri03 Oct 2026, 10:00 WIB
- Ribut Nomor Urut, Bacaleg di Banyuwangi Ini Mundur09 Jun 2023, 11:46 WIB
- 17 Politisi hingga Pakar Bicara soal Ambang Batas Parlemen29 Sep 2026, 12:44 WIB
- Maling Mesin Jahit di Banyuwangi Babak Belur Dihajar Warga18 Jun 2023, 15:48 WIB