Surabaya, IDN Times - Pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Jawa Timur (Jatim) akan menemui sejumlah tantangan. Pasalnya, masih ada ribuan desa yang belum memiliki koperasi desa maupun badan usaha untuk bisa ditransformasikan menjadi Kopdes Merah Putih.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jatim, Endy Alim Nusa mengatakan, memang pihaknya menargetkan nantinya ada sebanyak 8.501 desa/kelurahan yang memiliki Kopdes Merah Putih. Dari jumlah tersebut, setelah dicek ternyata 6.250 desa/kelurahan yang memiliki koperasi aktif.
"Yang 2.251 desa/kelurahan sedang dicek,” ujar Endy, Rabu (16/4/2025).
Ada kemungkinan, lanjut Endy, jika sebagian desa sudah memiliki koperasi, namun statusnya tidak aktif. Selain itu, ada pula yang belum memiliki badan usaha sukarela sama sekali. Sehingga nantinya harus ada pembentukan koperasi baru.
Terlepas dari itu, Endy memastikan bahwa fokus untuk menjalankan program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini terus berjalan. Kini pihaknya melakukan pembentukan tim dan sosialisasi kepada desa/kelurahan maupun koperasi yang ada.
"Kami juga terus melakukan pendampingan," katanya.
Endy menyebut jika secara teknis pembentukan Kopdes Merah Putih masih menunggu pemerintah pusat. Namun sebagian skemanya sudah dibahas antarinstansi di Jatim. Dalam pengelolaannya, peran perangkat desa cukup penting.
Nantinya mereka akan bertindak sebagai pengawas. Perangkat desa akan bertanggungjawab pada jalannya koperasi. Sehingga mereka juga harus memastikan usaha berjalan lancar.
Pembentukan Kopdes Merah Putih, kata Endy, bakal mengikuti kondisi desa/kelurahan. Terutama soal potensi desa tersebut. “Sehingga tidak harus di bidang pertanian. Nanti juga bisa bidang jasa. Tergantung keunggulan dan potensi desanya,” pungkasnya.
