Magetan, IDN Times – Kecelakaan maut yang menewaskan empat pengendara motor di perlintasan kereta api sebidang JPL 08, KM 176+586, Desa/Kecamatan Barat, Magetan, meninggalkan trauma mendalam bagi warga sekitar. Salah satunya dirasakan Ragil (35), pedagang singkong keju yang berjualan tak jauh dari lokasi kejadian.
"Saat itu saya sedang menggoreng singkong seperti biasa. Awalnya palang pintu ditutup karena ada kereta mau lewat. Setelah satu kereta lewat, palang dibuka. Tapi tiba-tiba 'brak!', kereta lain datang dari arah berlawanan dan langsung menabrak para pengendara yang sudah menyebrang," ujar Ragil, Senin (19/5/2025).
Menurut Ragil, peristiwa berlangsung sangat cepat. Ia mengaku tak sempat bereaksi saat mendengar suara benturan keras di dekat warungnya. Pemandangan mengenaskan pun terpampang di depan mata: motor-motor remuk, dan tubuh korban bergelimpangan di sekitar rel.
"Motor-motor hancur, tubuh manusia hancur Saya tak berani menolong, masih syok melihat mayat di mana-mana," katanya dengan suara bergetar.
Yang membuat Ragil heran, meski kereta kedua belum melintas, palang pintu sudah dibuka oleh petugas. Hal ini pula yang diduga menjadi penyebab utama kecelakaan, karena para pengendara mengira lintasan sudah aman.
Setelah kejadian, warga dan pengguna jalan bahu-membahu mengevakuasi korban agar tidak tertabrak lagi. Total ada tujuh kendaraan yang tertabrak. Empat orang tewas di tempat, sementara tiga lainnya mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke dua rumah sakit terdekat.
Hingga sore, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara. Namun proses penyelidikan sempat terkendala oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Sebelumnya, kecelakaan ini diduga akibat kelalaian petugas palang pintu yang membuka palang terlalu cepat setelah kereta KA Matarmaja melintas, tanpa memperhitungkan kedatangan KA Malioboro Ekspres dari arah berlawanan.
