Tulungagung, IDN Times - Angka kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Tulungagung terus mengalami peningkatan. Dalam bulan Februari ini, terdapat 17 kasus DB dengan satu pasien meninggal dunia. Selama bulan Januari dan Februari, total terdapat 68 kasus DB, dengan dua pasien meninggal. Pasien meninggal dunia ini diketahui masih berusia anak.
Kasus DBD di Tulungagung Meningkat, 2 Pasien Meninggal

1. Diprediksi akan meningkat hingga bulan depan
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Tulungagung, Didik Eka Sunarya menerangkan peningkatan kasus ini diprediksi akan terjadi hingga bulan Maret mendatang. Adanya peralihan musim dari kemarau ke hujan membuat nyamuk Aedes Aygepti berkembang dengan cepat. "Untuk itu kami meminta masyarakat selalu waspada dengan kebersihan lingkungan sekitar," ujarnya, Jumat (11/02/2022).
2. Kasus hampir merata di setiap kecamatan
Sebaran kasus DB ini terjadi hampir merata di seluruh kecamatan. Namun yang paling tinggi berada di wilayah perkotaan seperti Kecamatan Tulungagung, Boyolangi, Kedungwaru dan Ngantru. Tingginya mobilitas masyarakat serta jarak rumah yang saling berdekatan menjadi salah satu faktornya. "Tetap untuk lokasi temuan kasus di lokasi padat penduduk terutama di kecamatan kota dan sekitarnya," tuturnya.
3. Intensifkan fogging di titik kasus DB
Untuk menekan penyebaran kasus DB, pihak Dinas Kesehatan mengintensifkan foging atau pengasapan. Daerah yang telah ditemukan kasus DB segera dilakukan fogging. Penentuan titik foging ini berdasarkan hasil tracing yang dilakukan oleh petugas. Sepanjang bulan Januari lalu, mereka telag melakukan fogging di 12 titik. "Fogging ini bukan merupakan permintaan masyarakat, kita yang menentukan titik mana yang harus di fogging," pungkasnya.