Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi kawasan pegunungan Jawa Timur (Jatim). Di tengah upaya pemantauan dan pemadaman, kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang hingga Gunung Buthak telah menghanguskan sekitar 1.534 hektare wilayah Blitar-Malang.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur (Jatim), Gatot Soebroto mengatakan, kepulan asap masih terpantau di kawasan Puncak Kencono, Perbukitan Candi, Kabupaten Blitar, Senin (21/9/2026). “Berdasarkan pantauan tim darat, saat ini terpantau kepulan asap di Puncak Kencono Perbukitan Candi Kabupaten Blitar,” ujarnya tertulis.
Kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang telah terpantau sejak 13 September 2026. Saat itu, helikopter PK-DAP melakukan observasi udara dan menemukan kepulan asap cukup tebal di kawasan pegunungan tersebut.
Hingga Senin pagi, tim gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Helikopter PK-DAP juga disiapkan untuk kembali melakukan observasi sekaligus operasi water bombing, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi cuaca.
Cuaca di lokasi saat ini berkabut. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasi udara.
Kebakaran berdampak pada kawasan Gunung Kawinajang di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, hingga wilayah Gunung Buthak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.
Luasan area terbakar sementara diperkirakan mencapai ±1.534 hektare dan masih dapat berkembang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.
BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang terus melakukan asesmen serta pemantauan titik api. Tim pemadam gabungan juga melakukan pemantauan visual dari sejumlah pos, yakni Pos Merkusi, Pos AJU, dan Pos Selorejo.
Selain itu, ancaman karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Rabu (16/9/2026), sekitar pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan terkait penyebabnya. Luas wilayah yang terdampak diperkirakan sekitar 50 hektare, meski angkanya masih dapat berkembang.
Berbeda dengan kondisi di Gunung Kawinajang, hasil pemantauan citra satelit saat ini tidak menunjukkan adanya titik api di kawasan Gunung Wilis. Namun, medan menjadi persoalan tersendiri. Titik api sebelumnya berada di kawasan puncak dengan kontur terjal, curam, dan sulit dijangkau petugas.
“Personel melanjutkan kegiatan pemantauan titik api dari jauh karena lokasi berada di pucuk gunung dengan kontur bertebing dan sulit dijangkau,” kata Gatot.
Pemantauan dilakukan BPBD Jatim bersama TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Nganjuk dan Perhutani. Tim juga melakukan asesmen serta koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.
Area yang terdampak meliputi Petak 23 dan 24 RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, serta Petak 47B RPH Kare, BKPH Wilis Utara, KPH Kediri di Desa Kare, Kecamatan Kare.
Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di kawasan Gunung Wilis. BPBD Jatim masih memantau perkembangan kawasan yang mengalami karhutla.
