Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Mengancam Pegunungan Jatim, 1.534 Hektare Terbakar
Pantauan kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang pada Senin pagi. Dok. BPBD Jatim.
  • Karhutla di Gunung Kawinajang hingga Gunung Buthak, wilayah Blitar-Malang, telah membakar sekitar 1.534 hektare sejak terpantau pada 13 September 2026; belum ada korban jiwa.
  • Asap masih terlihat di Puncak Kencono, Blitar. Tim gabungan memantau titik api dari sejumlah pos, sementara helikopter disiapkan untuk observasi dan water bombing bergantung cuaca berkabut.
  • Kebakaran di Gunung Wilis, Nganjuk, diperkirakan berdampak sekitar 50 hektare dan penyebabnya masih diselidiki. Citra satelit tak mendeteksi titik api, tetapi medan terjal menyulitkan akses petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Gunung Kawinajang hingga Gunung Buthak, menghanguskan sekitar 1.534 hektare. Kebakaran lain di Gunung Wilis diperkirakan berdampak sekitar 50 hektare.
  • Who?
    BPBD Jawa Timur, BPBD Blitar, BPBD Malang, BPBD Nganjuk, TRC Penanggulangan Bencana, Perhutani, dan tim pemadam gabungan melakukan pemantauan serta asesmen. Tidak ada korban jiwa dilaporkan.
  • Where?
    Kebakaran terjadi di Gunung Kawinajang, Kecamatan Wlingi, Blitar; Gunung Buthak, Kecamatan Dau, Malang; serta Gunung Wilis di Desa Ngliman, Sawahan, dan Desa Kare, Kecamatan Kare, Kabupaten Nganjuk.
  • When?
    Kebakaran Gunung Kawinajang terpantau sejak 13 September 2026. Asap masih terlihat di Puncak Kencono, Blitar, pada Senin, 21 September 2026. Kebakaran Gunung Wilis dilaporkan pada 16 September 2026 pukul 06.15 WIB.
  • Why?
    Penyebab kebakaran di Gunung Wilis masih dalam penyelidikan. Penyebab kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang hingga Gunung Buthak per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Tim gabungan memantau titik api dari Pos Merkusi, Pos AJU, dan Pos Selorejo. Helikopter PK-DAP disiapkan untuk observasi dan water bombing sesuai cuaca; kabut serta medan terjal membatasi operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Api membakar hutan di Gunung Kawinajang sampai Gunung Buthak, di Blitar dan Malang. Sekitar 1.534 hektare terbakar. Pak Gatot dan tim BPBD masih melihat asap dan menjaga api. Helikopter siap menyiram air, tapi cuacanya berkabut. Di Gunung Wilis, Nganjuk, sekitar 50 hektare juga terbakar. Tidak ada orang yang meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah medan pegunungan dan cuaca berkabut yang menantang, respons lintas lembaga tetap berjalan melalui asesmen, pemantauan darat, observasi udara, serta kesiapan water bombing. Tidak adanya korban jiwa di kedua kawasan dan nihilnya titik api satelit di Gunung Wilis menunjukkan pentingnya pengawasan yang terus dilakukan secara terkoordinasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih membayangi kawasan pegunungan Jawa Timur (Jatim). Di tengah upaya pemantauan dan pemadaman, kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang hingga Gunung Buthak telah menghanguskan sekitar 1.534 hektare wilayah Blitar-Malang.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur (Jatim), Gatot Soebroto mengatakan, kepulan asap masih terpantau di kawasan Puncak Kencono, Perbukitan Candi, Kabupaten Blitar, Senin (21/9/2026). “Berdasarkan pantauan tim darat, saat ini terpantau kepulan asap di Puncak Kencono Perbukitan Candi Kabupaten Blitar,” ujarnya tertulis.

Kebakaran di kawasan Gunung Kawinajang telah terpantau sejak 13 September 2026. Saat itu, helikopter PK-DAP melakukan observasi udara dan menemukan kepulan asap cukup tebal di kawasan pegunungan tersebut.

Hingga Senin pagi, tim gabungan masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan titik api. Helikopter PK-DAP juga disiapkan untuk kembali melakukan observasi sekaligus operasi water bombing, dengan pelaksanaan menyesuaikan kondisi cuaca.

Cuaca di lokasi saat ini berkabut. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasi udara.

Kebakaran berdampak pada kawasan Gunung Kawinajang di Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, hingga wilayah Gunung Buthak di Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Luasan area terbakar sementara diperkirakan mencapai ±1.534 hektare dan masih dapat berkembang. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kejadian tersebut.

BPBD Jatim bersama BPBD Kabupaten Blitar dan BPBD Kabupaten Malang terus melakukan asesmen serta pemantauan titik api. Tim pemadam gabungan juga melakukan pemantauan visual dari sejumlah pos, yakni Pos Merkusi, Pos AJU, dan Pos Selorejo.

Selain itu, ancaman karhutla juga terjadi di kawasan Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk. Kebakaran dilaporkan terjadi pada Rabu (16/9/2026), sekitar pukul 06.15 WIB di Petak 24, RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.

Kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan terkait penyebabnya. Luas wilayah yang terdampak diperkirakan sekitar 50 hektare, meski angkanya masih dapat berkembang.

Berbeda dengan kondisi di Gunung Kawinajang, hasil pemantauan citra satelit saat ini tidak menunjukkan adanya titik api di kawasan Gunung Wilis. Namun, medan menjadi persoalan tersendiri. Titik api sebelumnya berada di kawasan puncak dengan kontur terjal, curam, dan sulit dijangkau petugas.

“Personel melanjutkan kegiatan pemantauan titik api dari jauh karena lokasi berada di pucuk gunung dengan kontur bertebing dan sulit dijangkau,” kata Gatot.

Pemantauan dilakukan BPBD Jatim bersama TRC Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Nganjuk dan Perhutani. Tim juga melakukan asesmen serta koordinasi dengan sejumlah pihak terkait.

Area yang terdampak meliputi Petak 23 dan 24 RPH Gedangklutuk, BKPH Pace, KPH Kediri di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, serta Petak 47B RPH Kare, BKPH Wilis Utara, KPH Kediri di Desa Kare, Kecamatan Kare.

Sejauh ini tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di kawasan Gunung Wilis. BPBD Jatim masih memantau perkembangan kawasan yang mengalami karhutla.

Curated For You

Editorial Team

Related Article