Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Alami Kejahatan di Makkah

Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Alami Kejahatan di Makkah
Jemaah haji kloter terakhir dari Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS) diberangkatkan dari Madinah ke Makkah, Minggu (25/5/2025). (Media Center Haji/Rochmanudin)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya mendapatkan laporan adanya seorang jemaah haji Embarkasi Surabaya dari kloter 58 yang mengalami kejahatan ketika sedang naik taksi di Makkah. Sopir taksi tersebut merampas uang rupiah dan riyal yang dibawa jemaah dalam tasnya. 

 

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris PPIH Embarkasi Surabaya, Sugiyo mengungkapkan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa jemaah tersebut. “Sesungguhnya kejahatan bisa terjadi di mana-mana. Kita imbau para jemaah untuk meningkatkan kewaspadaannya terlebih saat haji kita berada di luar negeri yang adat, kebiasaan, dan budayanya sangat berbeda dengan keseharian kita,” ujarnya, Kamis (29/5/2025).

 

Sugiyo menjelaskan perbedaan nilai mata uang rupiah dan riyal. Nominal mata uang riyal lebih kecil dibandingkan dengan rupiah. “Jemaah membawa uang 200 riyal saja nilainya sudah hampir satu juta. Masyarakat kita banyak yang belum terbiasa dengan ini, sehingga menganggap uang 200 riyal nilainya kecil," katanya.

 

"Kami mengimbau kepada jemaah yang sudah berada di tanah suci maupun yang akan berangkat ke tanah suci untuk tidak membawa uang tunai dalam rupiah maupun riyal dalam jumlah banyak,” terang Sugiyo menambahkan.

 

PPIH Embarkasi Surabaya pun mengingatkan agar jemaah tidak melakukan perjalanan sendiri ketika bepergian luar hotel. Sugiyo meminta jemaah untuk selalu ditemani saat bepergian, terutama bagi lansia. 

 

“Bepergian dalam kelompok kecil sekitar 2-3 orang lebih aman, apalagi jika belum mengenal lingkungan sekitar,” pesannya.

 

Jika harus naik taksi, pastikan memilih kendaraan resmi dan hindari mobil tanpa identitas. Sebaiknya tanyakan tarif di awal dan catat nomor kendaraan sebagai langkah antisipasi.

 

“Jika memang terpaksa harus naik taksi atau kendaraan umum, kami sarankan agar jemaah itu tidak sendiri. Baik laki-laki maupun perempuan harus ada pendamping apalagi yang lansia atau yang sudah sepuh harus kita dampingi," katanya.

 

Lebih lanjut Sugiyo menjelaskan, untuk penumpang laki-laki dan perempuan, disarankan agar laki-laki naik lebih dulu ke kendaraan. Sementara saat turun, sebaliknya, perempuan turun lebih dahulu. 

 

“Ini untuk menjaga kenyamanan dan keamanan bersama,” tegasnya.

 

Tak lupa Sugiyo mengingatkan para jemaah agar segera melapor kepada petugas haji apabila terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki. Petugas akan membantu dan berkoordinasi dengan pihak berwenang.

 

Share Article
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

JETOUR Geber Deretan SUV di IIMS 2026 Surabaya

27 Mei 2026, 21:05 WIBNews