Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jatim Salurkan 341 Alsintan, Genjot Produksi Padi
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat panen bareng petani. Dok. Pemprov Jatim.
  • Pemprov Jawa Timur menyalurkan 341 alsintan, terdiri dari 231 unit prapanen dan 110 unit pascapanen, untuk mempercepat tanam, meningkatkan efisiensi, serta menekan kehilangan hasil panen.

  • Khofifah menargetkan mekanisasi dan dukungan pompa air menaikkan indeks pertanaman di Kabupaten Blitar dari rata-rata dua kali menjadi tiga kali tanam per tahun.

  • Potensi produksi padi Jatim Januari-November 2026 mencapai 10.240.964 ton GKG, naik 2,84 persen dan menjadikan provinsi ini produsen padi terbesar Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2025

Produksi padi Jatim pada periode yang sama tercatat 9.957.833 ton gabah kering giling.

Januari-November 2026

Potensi produksi padi Jatim mencapai 10.240.964 ton gabah kering giling, naik 2,84 persen. Produksi beras juga tumbuh 2,84 persen menjadi 5.913.339 ton.

September

Pemprov Jatim mulai menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG untuk mendukung kebutuhan air dan produktivitas pertanian.

1 Oktober 2026

BPS mencatat data potensi produksi padi Jatim yang menempatkan provinsi ini sebagai produsen padi terbesar di Indonesia.

bulan ini

Operasi Modifikasi Cuaca akan terus dimaksimalkan untuk menjaga ketersediaan air pertanian.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemprov Jawa Timur menyalurkan 341 unit alat dan mesin pertanian, terdiri atas 231 alsintan prapanen dan 110 alsintan pascapanen, untuk memperkuat mekanisasi serta produksi pangan.
  • Who?
    Pemprov Jawa Timur menyalurkan bantuan tersebut. Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan target peningkatan produktivitas, dengan dukungan kerja sama BMKG dalam Operasi Modifikasi Cuaca.
  • Where?
    Penyaluran dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur. Kabupaten Blitar menjadi wilayah yang ditargetkan meningkatkan indeks pertanaman dari rata-rata dua kali menjadi tiga kali setahun.
  • When?
    Waktu penyaluran 341 alsintan per saat ini masih belum diketahui. Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG telah dijalankan sejak September dan terus dimaksimalkan pada bulan ini.
  • Why?
    Bantuan diberikan untuk mempercepat tanam dan panen, meningkatkan efisiensi biaya, menekan kehilangan hasil, menjaga ketersediaan air, serta mendukung ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional.
  • How?
    Produksi didorong melalui penggunaan alsintan prapanen dan pascapanen, bantuan pompa air, optimalisasi sumber air, serta Operasi Modifikasi Cuaca bersama BMKG untuk mendukung kebutuhan air pertanian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Jawa Timur memberi 341 mesin untuk petani agar menanam dan memanen padi lebih cepat. Bu Khofifah bilang mesin juga bisa membantu biaya petani. Ada pompa air untuk sawah saat kemarau. Jawa Timur juga bekerja sama dengan BMKG supaya air cukup. Sekarang padi Jawa Timur paling banyak di Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penyaluran alsintan menunjukkan penguatan pertanian Jawa Timur dilakukan melalui pendekatan yang menyentuh seluruh proses produksi, dari pengolahan lahan hingga pascapanen. Dukungan teknologi, pompa air, dan pengelolaan kebutuhan air memberi petani peluang bekerja lebih efisien, seiring produksi padi dan beras daerah yang telah mencatat pertumbuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) menggelontorkan 341 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk memperkuat mekanisasi pertanian sekaligus mendongkrak produksi pangan.

Bantuan yang terdiri atas 231 unit alsintan prapanen dan 110 unit alsintan pascapanen itu diarahkan untuk mempercepat proses tanam, meningkatkan efisiensi produksi, hingga menekan kehilangan hasil panen. Penyaluran ini menjadi bagian dari memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa mengatakan, mekanisasi pertanian menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya operasional petani. Pemanfaatan teknologi modern diharapkan membuat pengolahan lahan hingga proses pascapanen berlangsung lebih cepat dan efisien.

"Upaya ini merupakan komitmen berkelanjutan Pemprov Jatim dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Mekanisasi modern bukan hanya mempercepat proses tanam dan panen, melainkan juga mendongkrak produktivitas serta efisiensi biaya operasional petani," ujarnya.

Khofifah menargetkan dukungan mekanisasi dan ketersediaan air tersebut mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP). Dari yang semula rata-rata dua kali tanam dalam setahun, diharapkan meningkat menjadi tiga kali tanam.

"Melalui intervensi teknologi ini, kami menargetkan indeks pertanaman di Kabupaten Blitar meningkat dari rata-rata dua kali tanam setahun menjadi tiga kali tanam," katanya.

Menurut Khofifah, bantuan pompa air juga menjadi instrumen penting untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, terutama menjelang musim kemarau. Optimalisasi sumber air dan pemanfaatan pompa diharapkan membantu petani menjaga keberlanjutan masa tanam di tengah tantangan perubahan cuaca.

Selain itu, Pemprov Jatim bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak September. Upaya tersebut akan terus dimaksimalkan untuk mendukung kebutuhan air dan menjaga produktivitas pertanian.

"Selain langkah teknis, sejak September kami sudah lakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang bekerja sama dengan BMKG. Dan bulan ini, OMC akan terus dimaksimalkan," terangnya.

Penguatan mekanisasi menjadi relevan di tengah besarnya kontribusi Jawa Timur terhadap produksi pangan nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per 1 Oktober 2026, potensi produksi padi Jatim selama Januari-November 2026 mencapai 10.240.964 ton gabah kering giling (GKG).

Angka tersebut meningkat 2,84 persen atau 283.131 ton dibandingkan periode yang sama pada 2025, yang tercatat sebesar 9.957.833 ton GKG. Capaian itu menempatkan Jatim sebagai provinsi produsen padi terbesar di Indonesia, mengungguli Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sejalan dengan peningkatan produksi padi, produksi beras Jatim juga tumbuh 2,84 persen menjadi 5.913.339 ton. Khofifah menegaskan, peningkatan produksi pangan membutuhkan dukungan yang terintegrasi, mulai dari teknologi pertanian, ketersediaan air, mekanisasi, hingga akses pasar bagi petani.

"Penguatan ekosistem pertanian harus dilakukan secara menyeluruh. Peningkatan produksi tidak cukup bertumpu pada perluasan lahan semata, tetapi menuntut dukungan teknologi, ketersediaan air, mekanisasi, hingga jaminan akses pasar," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article