Surabaya, IDN Times - Kasus keluhan Influenza A dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) meningkat di sejumlah wilayah Jawa Timur (Jatim). Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim meminta rumah sakit dan fasilitas kesehatan meningkatkan kewaspadaan serta memastikan pasien mendapat penanganan sesuai kondisi medisnya.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengatakan, perkembangan kasus Influenza A menunjukkan tren yang berbeda antarwilayah. Di satu fasilitas kesehatan di Malang, misalnya, kasus disebut mulai menurun. Namun, di sejumlah lokasi lain justru masih mengalami peningkatan.
“Kemarin saya coba cek waktu ke Malang, sudah turun yang di salah satu puskesmas, Gribig kalau tidak salah. Tetapi di tempat lain kami lihat naik,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Pemprov Jatim meminta pemantauan kasus terus dilakukan. Emil menyebut pihaknya juga telah meminta jajaran terkait untuk mengikuti perkembangan kasus Influenza A di berbagai daerah.
Menurutnya, peningkatan keluhan ISPA maupun Influenza A perlu mendapat perhatian karena kondisi pasien dapat berkembang menjadi lebih berat, terutama ketika daya tahan tubuh menurun atau muncul komplikasi.
Emil mengingatkan rumah sakit agar tidak menganggap ringan pasien dengan keluhan influenza. Meski influenza pada umumnya dapat sembuh dengan sendirinya atau bersifat self-limiting disease, kondisi pasien tetap harus dinilai dan ditangani berdasarkan tingkat keparahannya.
“Memang keluhan ISPA atau Influenza A ini meningkat, dan untuk itu rumah sakit harus sigap untuk melakukan penanganan,” katanya.
Ia menegaskan fasilitas kesehatan harus memberikan solusi kepada pasien yang datang, baik melalui rawat jalan maupun rujukan apabila kondisi medisnya memang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Rumah sakit tidak boleh mengentengkan kasus-kasus influenza. Jadi semua yang datang, kondisi apa pun, harus ada solutif. Harus ada penanganan sebisa mungkin, apakah rawat jalan atau nantinya harus dirujuk,” tegas Emil.
Meski demikian, Emil memastikan hingga saat ini belum ada laporan rumah sakit di Jatim yang mengalami kondisi kewalahan akibat peningkatan pasien Influenza A hingga harus menolak pasien.
“Belum ada rumah sakit yang menyampaikan mereka kewalahan sampai harus menolak pasien, belum,” ucapnya.
Pemprov Jatim akan terus memantau perkembangan kasus di daerah. Emil juga meminta informasi dari masyarakat maupun fasilitas kesehatan terkait kondisi di lapangan disampaikan agar pemerintah dapat segera merespons apabila terjadi peningkatan tekanan terhadap layanan kesehatan.
“Kalau teman-teman ada informasi, mohon jangan sungkan-sungkan disampaikan kepada kami,” pungkasnya.
