Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Harga Kedelai di Jatim Nangkring di Puncak, Bikin Tempe Makin Kecil

Harga Kedelai di Jatim Nangkring di Puncak, Bikin Tempe Makin Kecil
Ilustrasi pekerja mengolah kedelai untuk produksi tahu dan tempe (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)
Share Article

Surabaya, IDN Times - Perajin tempe dan tahu di Jawa Timur (Jatim) telah mengakhiri aksi mogok produksi. Sebab, aksi itu tak berpengaruh dengan harga kedelai di pasaran. Hingga sekarang ini, harga kedelai masih melangit. Maka, para perajin pun memutar otak untuk menyiasatinya.

1. Kedelai eks impor Rp12.162 per kg, kedelai lokal Rp12.140 per kg

ilustrasi kacang kedelai (freepik.com/jcomp)
ilustrasi kacang kedelai (freepik.com/jcomp)

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim pukul 08.31, Minggu (27/2/2021) menyebut, harga rata-rata komoditas kedelai eks impor Rp12.162 per kilogram (kg).

Harga rata-rata tertinggi komoditas kacang kedelai eks impor ini terpantau di Kota Mojokerto sebesar Rp13.500 per kg. Sedangkan harga rata-rata terendah kacang kedelai eks impor tercatat di Kabupaten Mojokerto sebesar Rp11.200 per kg.

Lebih lanjut, untuk harga rata-rata kedelai lokal di Jatim sebesar Rp12.140 per kg. Harga rata-rata tertinggi komoditas tersebut terpantau Tuban sebesar Rp15.500 per kg. Sedangkan rata-rata terendah berada di Banyuwangi sebesar Rp9.666 per kg.

2. Harga tempe tak naik tapi ukurannya mengecil

ilustrasi tempe (pexels.com/cottonbro)
ilustrasi tempe (pexels.com/cottonbro)

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengakui harga kedelai naik, dampaknya sempat membuat tempe langka. Dia memantau ketersediaan tempe langsung ke Pasar Besar, Kota Madiun, Sabtu (26/2/2022). Sudah ada tempe dengan harga yang stabil tapi ukurannya yang disesuaikan karena harga tidak dinaikkan.

"Ada kecerdasan dari pengrajin dan penjual tempe agar konsumen mendapat tempe dan penjual tetap bisa berjualan. Cara menstimulasi UKM di lingkungan pengusaha ultra mikro  dan mikro semacam ini harus kita apresiasi," kata dia.

3. Berharap ada peran pemerintah untuk stabilkan harga kedelai

Ilustrasi kedelai (IDN Times/Istimewa)
Ilustrasi kedelai (IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, perajin tempe asal Surabaya, Jarwo Susanto berharap ada intervensi pemerintah terhadap harga kedelai. Menurut dia, komoditas yang satu ini terus melonjak sejak pandemik COVID-19 merebak. Awal pandemik naik Rp9.000 per kg, kemudian sejak awal tahun ini di tengah lonjakan kasus naik lagi.

"Sekarang sudah Rp11.000 lebih per kilonya. Ya kami berharap ada penyesuaian harga, agar kami tetap berjualan dengan harga yang murah, biar semua bisa makan tempe," pungkas dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Ardiansyah Fajar Syahlillah
Zumrotul Abidin
Ardiansyah Fajar Syahlillah
EditorArdiansyah Fajar Syahlillah

Latest News Jawa Timur

See More

Khofifah: Penjualan Hewan Kurban Jatim Meningkat karena Jual Online

27 Mei 2026, 09:35 WIBNews