Surabaya, IDN Times - Peta persaingan kendaraan listrik di Jawa Timur semakin ramai. BAIC Indonesia membawa BAIC T1, mobil listrik berbasis baterai (BEV) pertamanya di Indonesia, ke ajang GIIAS Surabaya 2026 di Grand City Convex, Surabaya, Rabu (28/6/2026).
Kehadiran T1 menjadi salah satu fokus BAIC dalam pameran tersebut. Selain memperkenalkan teknologi elektrifikasi, BAIC juga membawa seluruh lini produknya, yakni BJ40 Plus, X55 II, dan BJ30 HE.
Chief Executive Officer BAIC Indonesia Johnnathan Salim mengatakan Jawa Timur menjadi salah satu pasar yang diperhitungkan perusahaan. Karena itu, GIIAS Surabaya dimanfaatkan untuk memperkenalkan pilihan kendaraan, khususnya produk elektrifikasi, kepada konsumen di wilayah tersebut.
"Surabaya merupakan salah satu kota yang sangat penting bagi perjalanan BAIC di Indonesia. Kami melihat potensi yang besar di Jawa Timur, bukan hanya dari sisi pasar otomotif, tetapi juga dari antusiasme masyarakat terhadap produk-produk BAIC," ujarnya.
BAIC T1 sekaligus menandai langkah perusahaan memasuki segmen BEV di pasar Indonesia. Mobil tersebut mengusung konsep The Spacious Smart EV, dengan fokus pada ruang kabin, teknologi pintar, fitur keselamatan dan kemudahan berkendara.
Dari pengujian yang dilakukan melalui rute Jakarta-Bandung-Jakarta sejauh 412 kilometer, BAIC mencatat konsumsi energi rata-rata T1 sebesar 14,72 kWh/100 km. Total konsumsi energi selama perjalanan tersebut sekitar 60,7 kWh.
Pengujian dilakukan menggunakan 10 unit BAIC T1 dengan kondisi perjalanan yang beragam, mulai dari jalan perkotaan, kemacetan, jalan tol hingga tanjakan dan turunan kawasan Lembang.
Chief Operating Officer BAIC Indonesia Dhani Yahya mengatakan pengujian tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan kendaraan dalam kondisi penggunaan yang lebih mendekati aktivitas sehari-hari.
"Kami ingin rekan-rekan media merasakan sendiri bagaimana BAIC T1 digunakan dalam kondisi nyata, bukan hanya melihat spesifikasi di atas kertas," katanya.
Selain T1, BAIC membawa sejumlah model lain ke GIIAS Surabaya. Perusahaan juga memberikan penawaran harga khusus selama pameran, dengan potongan harga hingga Rp90 juta.
Untuk BAIC T1, harga khusus yang ditawarkan mencapai Rp393 juta, dari harga OTR Surabaya Rp413 juta. Sementara X55 Lite menjadi model dengan potongan terbesar, yakni Rp90 juta, sehingga harganya menjadi Rp319 juta dari Rp409 juta.
BAIC BJ30 FWD ditawarkan Rp524 juta setelah potongan Rp30 juta, sedangkan BJ30 AWD menjadi Rp579 juta setelah diskon Rp35 juta. Untuk X55 Prime, harga setelah potongan Rp90 juta menjadi Rp369 juta, sementara BAIC BJ40 menjadi Rp677 juta setelah diskon Rp60 juta.
Dari sisi bisnis, BAIC mencatat pertumbuhan penjualan 91 persen pada semester I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hingga kini, perusahaan mengoperasikan 16 dealer resmi di berbagai wilayah Indonesia.
Khusus BAIC T1, perusahaan memberikan garansi kendaraan 6 tahun/160.000 kilometer, garansi baterai 8 tahun/160.000 kilometer, serta layanan servis gratis 4 tahun/80.000 kilometer, dengan ketentuan mana yang tercapai lebih dahulu.
BAIC juga menawarkan paket wall charger 7 kW untuk konsumen T1 selama pameran.
Masuknya T1 ke pasar Jawa Timur berlangsung ketika tren kendaraan elektrifikasi nasional tengah tumbuh pesat. Data Kementerian Perindustrian yang disampaikan saat pembukaan GIIAS Surabaya mencatat penjualan BEV nasional sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai sekitar 83.000 unit, melonjak 88,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pada Juli 2026 saja, penjualan BEV mencapai sekitar 14.000 unit, atau tumbuh 139,7 persen secara tahunan. Kondisi tersebut menjadi ruang persaingan baru bagi produsen kendaraan, termasuk BAIC, untuk merebut konsumen yang mulai beralih ke kendaraan elektrifikasi.
