Surabaya, IDN Times - Laut selatan Jawa Timur berpotensi dihantam gelombang tinggi hingga 4 meter. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini yang berlaku mulai 6 hingga 9 Oktober 2026, terutama untuk wilayah perairan Pacitan hingga Malang.
Peringatan tersebut dikeluarkan BMKG melalui Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya karena kondisi gelombang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Perak Surabaya, Puteri Permata Sani, mengatakan peringatan dini berlaku mulai 6 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB hingga 9 Oktober 2026 pukul 07.00 WIB. "Berdasarkan analisis kondisi sinoptik, pola pergerakan angin di perairan Jawa Timur saat ini didominasi hembusan dari arah timur hingga tenggara," ujarnya, Senin (5/10/2026).
Kecepatan angin diprakirakan berada pada kisaran 8 hingga 28 knot, dengan kondisi cuaca secara umum cerah berawan.
BMKG memberikan perhatian khusus terhadap perairan pesisir selatan Jawa Timur. Gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah.
Wilayah yang masuk dalam peringatan tersebut meliputi Perairan Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, dan Malang. Kondisi ini perlu menjadi perhatian bagi aktivitas pelayaran dan masyarakat yang beraktivitas di laut, mengingat gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan.
Tak hanya laut selatan, sejumlah perairan lain di Jawa Timur juga berpotensi mengalami gelombang dengan kategori sedang hingga tinggi, yakni sekitar 1,25 hingga 2,5 meter.
Wilayah tersebut meliputi perairan Banyuwangi, Jember, Lumajang, Kepulauan Kangean bagian selatan, Kepulauan Sapudi bagian selatan, Situbondo bagian timur, Gresik bagian utara, dan Bangkalan bagian utara. BMKG mengimbau masyarakat, khususnya pelaku pelayaran dan aktivitas kelautan, memperhatikan perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum beraktivitas di perairan Jawa Timur selama periode peringatan dini tersebut.
