Ditinggal Rebus Air, Rumah Warga Madiun Ludes Terbakar, 5 Ekor Kambing Hangus

- Kronologi kebakaran: Terjadi sekitar pukul 04.20 WIB, dilaporkan ke petugas 12 menit kemudian. Mobil pemadam tiba sekitar pukul 04.55 WIB.
- Pemicu kebakaran: Api diduga berasal dari bara api di kandang kambing saat Suprapto sedang merebus air. Warga berusaha memadamkan sebelum Damkar tiba.
- Mobil Damkar telat tiba: Upaya pemadaman baru berhasil dituntaskan sekitar pukul 06.30 WIB, terkendala oleh jarak pos damkar dan perlintasan kereta api.
Madiun, IDN Times – Sebuah rumah milik warga Dusun Wates, Desa Kebonagung, Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur ludes terbakar pada Kamis (5/6/2025) dini hari tadi. Tak ada korban jiwa, namun kerugian diperkirakan mencapai Rp30 juta dan lima ekor kambing miliknya mati terbakar.
1. Kronologi kebakaran

Kebakaran terjadi sekitar pukul 04.20 WIB dan segera dilaporkan ke petugas sekitar 12 menit kemudian. Satu unit mobil pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 04.55 WIB.
"Petugas tiba saat api sudah membesar. Kami langsung melakukan pemadaman dan pembasahan agar api tidak merembet ke bangunan lain," ujar Ashari Darmawan, Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pengendalian Bahaya Kebakaran Satpol PP Kabupaten Madiun.
2. Pemicu kebakaran

Rumah yang terbakar diketahui milik Suprapto (66), seorang wiraswasta. Api diduga berasal dari bara api diang (perapian) yang masih menyala di kandang kambing saat Suprapto sedang merebus air.
“Korban sempat mendengar suara genteng jatuh. Saat dicek, ternyata api sudah menjalar ke dapur,” cerita Ashari. Warga sekitar yang saat itu turut berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sebelum Damkar ti
3. Mobil Damkar telat tiba di lokasi

Upaya pemadaman baru berhasil dituntaskan sekitar pukul 06.30 WIB. Dapur rumah dan isinya hangus dilalap api, dan lima ekor kambing di kandang tak sempat diselamatkan. Ashari menyebut, penanganan sempat terkendala oleh jarak pos damkar yang cukup jauh dan adanya perlintasan kereta api yang menghambat laju kendaraan pemadam.
“Ini menjadi catatan evaluasi kami agar bisa merespons lebih cepat dalam kondisi darurat di masa mendatang,” pungkasnya.