Kostum Tikus, Keranda hingga Topeng Menkeu Warnai Demo Buruh

- Buruh Jatim demo di depan Kantor Gubernur Jatim, Surabaya.
- Demonstran menggunakan kostum sindiran kepada pejabat dan wakil rakyat.
- Mereka membawa enam tuntutan nasional dan tuntutan lokal kepada Gubernur Jatim.
Surabaya, IDN Times - Massa buruh Jawa Timur (Jatim) mulai berdatangan di depan Kantor Gubernur Jatim, tepatnya Jalan Pahalwan Surabaya sekitar pukul 14.15 WIB, Kamis (28/8/2025). Para demonstran datang dengan berbagai poster bertuliskan aspirasi tuntutan.
Yang menarik dalam aksi ini, para demonstran ada yang menggunakan kostum sindiran yang ditujukan kepada pejabat hingga wakil rakyat. Ada yang berkostum tikus berdasi, ada yang menggendong kotak hitam besar bertuliskan "Beban Rakyat".
Tak hanya itu saja, ada pula yang membawa keranda. Berdasarkan pantauan di lokasi, ada sebanyak tiga keranda berwarna putih yang dibawa. Keranda itu menjadi simbol duka dari para buruh. Ditulisi "Matinya Hati Nurani Pejabat". Kemudian juga ada yang bertopeng Menteri Keuangan, Sri Mulyani dengan tanduk merah.
Sementara orator membakar semangat para demonstran. Orator menggaungkan kondisi rakyat saat ini. Mereka terbebani dengan pajak yang dikenakan pemerintah. Namun, beberapa pejabat pemerintah justru mengorupsinya. Penghapusan pajak pun disuarakan di sini.
Dalam aksi, massa buruh ini membawa enam tuntutan nasional, di antaranya hapus outsourcing, tolak upah murah, cegah PHK massal, reformasi pajak buruh, sahkan RUU Ketenagakerjaan tanpa Omnibuslaw, dan berantas korupsi dengan RUU Perampasan Aset.
Sementara untuk tuntutan lokal, buruh Jatim menagih komitmen Gubernur yang diteken pada 1 Mei 2025, meliputi: pembentukan Perda Jaminan Pesangon, alokasi BPJS Kesehatan untuk masyarakat miskin, penindakan terhadap pengusaha nakal yang tidak mendaftarkan buruh ke BPJS, penambahan kuota afirmasi SPMB SMA/SMK Negeri untuk anak buruh, Hingga pengusulan Gus Dur sebagai Pahlawan Nasional.