Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Buntut Gunduli Belasan Siswinya, Guru di Lamongan Non-Job
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Munif Syarif. IDN Times/Imron

Lamongan, IDN Times - EN, guru SMP Negeri 1 Sukodadi yang menggundul 19 siswi kelas IX akhirnya di-non-job-kan. EN kini tidak lagi mengajar dan ditarik menjadi staf di Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Munif Syarif mengatakan, EN menjadi staf di Dinas Pendidikan Lamongan dalam rangka pembinaan. 

Menurut Munif, seharusnya menindak siswa yang dianggap melanggar adalah tugas dari guru Bimbingan Konseling (BK), bukan guru mata pelajaran seperti EN. Ia juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh guru tersebut. "Tidak lagi mengajar. Dia dalam proses pembinaan belum bisa dipastikan sampai kapan," kata Munif.

Munif menjelaskan, guru berkewajiban memperbaiki karakter anak didik. Menurut dia, tugas guru adalah menciptakan proses belajar anak itu menyenangkan. "Apa yang terjadi di SMP negeri 1 Sukodadi bagi harus menjadi pembelajaran bagi semuanya," ujarnya. Meski ramai dibicarakan di berbagai media sosial, Munif mengatakan bahwa para siswi tetap masuk sekolah dan mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. 

Sebelumnya diberitakan 19 siswi digunduli oleh gurunya sendiri lantaran tak memakai ciput atau penutup kepada yang menjadi dasar jilbab. Kejadian ini berlangsung pada Rabu (23/8/2023), saat para siswa hendak pulang sekolah.

Para siswi yang tak terima diperlakukan seperti itu kemudian mengadu kepada orang tuanya mereka masing-masing. Kasus ini kian ramai karena viral di media sosial. Namun, sehari setelah kejadian, pihak orangtua dan guru sepakat berdamai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article