Malang, IDN Times - Perum Jasa Tirta (PJT) 1 melakukan flushing di Bendungan Sengguruh yang ada di Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Flushing ini adalah proses penggelontoran atau pembilasan sedimen berupa lumpur, pasir, dan material padat lain yang mengendap di dalam waduk atau bendungan dengan cara membuka pintu air (spillway) secara terkendali. Oleh karena itu, masyarakat sekitar Bendungan Sengguruh atau Sungai Brantas untuk waspada terhadap arus air yang akan meningkat.
Bendungan Sengguruh Flushing, Masyarakat Sekitar Brantas Harap Waspada

1. Bendungan Sengguruh hari ini mulai flushing setelah terakhir kali pada 2023
Kepala Divisi Jasa Wilayah Sungai Brantas Perum Jasa Tirta 1, Adi Bowo Kusumo mengungkapkan kalau Bendungan Sengguruh ini merupakan infrastruktur yang pertama di sistem Sungai Brantas yang hulu sungainya melalui banyak wilayah seperti Kota Batu dan Kota Malang. Sehingga terdapat banyak dinamika sosial seperti sampah, perkebunan, dampai pertanian. Sehingga Bendungan Sengguruh menjadi lokasi berkumpulnya endapan sungai seperti lumpur sampai tanah.
"Kurang lebih 3 tahun yang lalu atau 2023 kita sudah melakukan flushing dan sukses, kemudian di tahun 2025 itu musim hujannya sangat lebat, cukup panjang, curah hujannya cukup tinggi. Akhirnya sedimennya cukup banyak juga yang masuk ke sini. Jadi ini kita lakukan flushing untuk penggelontoran lumpur secara terkendali," terangnya pada Senin (5/10/2026).
Flushing ini akan dilakukan selama 10 hari mulai hari ini hingga 15 Oktober 2026 dengan target 700 ribu meter kubik lumpur luruh dari Bendungan Sengguruh. Sehingga bendungan ini bisa menampung air sebanyak 1,5 juta kubik air ke depannya.
Aslinya daya tampung Bendungan ini 21 juta kubik, tapi karena sedimentasi hanya 1 juta kubik saja selama ini. Karena butuh biaya yang tidak masuk akal kalau harus mengembalikan 100 persen," bebernya.
2. Sampah masih jadi masalah utama Bendungan Sengguruh
Selain lumpur, Adi mengungkapkan kalau sampah masih menjadi masalah utama pendangkalan Bendungan Sengguruh. Bagaimana tidak, setiap tahun bendungan ini 'dihadiahi' 50 ribu meter kubik sampah dari Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang. "Sampahnya mulai sampah tumbuhan atau tanaman, sampah plastik, sampah rumah tangga, popok, kasur, kulkas, sampai bangkai sapi. Meskipun mungkin sudah banyak edukasi di masyarakat, ternyata yang masuk sini masih luar biasa," bebernya.
Ia mengungkapkan juga jika flushing pada 2023 dirasa sukses untuk mengurangi endapan di Bendungan Sengguruh. Tapi menurutnya banyak manfaat yang bisa diambil saat dilakukan flushing, tidak hanya meluruhkan endapan saja. "Jadi selain fungsi utama untuk pengendalian sedimen secara terkendali atau tergelontor, banyak fungsi lain seperti perbaikan intake, perbaikan trash rack. Tapi flushing tidak bisa dilakukan rutin, karena sesuai kebutuhan berdasarkan data teknis dan data analisis lingkungan yang ada, kebetulan pada 2025 ada hujan deras dengan intensitas tinggi, ya dampaknya salah satunya seperti ini (sedimentasi)," jelasnya.
3. Masyarakat di sekitar Sungai Brantas diimbau hati-hati
Lebih lanjut, Adi menyampaikan kalau aspek keselamatan yang jadi perhatian dalam kegiatan flushing ini. Ia menjelaskan jika saat flushing akan banyak ikan yang mabuk sehingga mudah ditangkap, tapi ia mengimbau masyarakat hati-hati karena arus sungai akan menguat.
"Untuk itu langkah antisipatif kita sudah cukup masif dengan bekerja sama dengan TNI, Polri, BPBD, PMI, Linmas, dan seluruh perangkat pemerintah di sekitar. Kita juga sudah koordinasi dan sosialisasi pada masyarakat pada saat pelaksanaan ini," pungkasnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Bendungan Sangiran Surut, Petani Ngawi Malah Panen Padi dan Jagung10 Sep 2026, 13:05 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB