Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Belasan Siswa SDN di Blitar Diduga Alami Keracunan Usai Makan Jeli
SDN Bagelenan 02 Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. IDN Times/ istimewa

Blitar,IDN Times - Belasan siswa SD Bagelenan 02, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar diduga alami keracunan setelah mengonsumsi jajanan jeli. Mereka mengeluhkan sakit perut dan sempat menjalani perawatan di Puskesmas. Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Mereka telah mengamankan sisa jeli yang dimakan siswa untuk dilakukan uji laboratorium.

1. Total 16 siswa yang alami sakit perut

SDN Bagelenan 02 Kecamatan Srengat Kabupaten Blitar. IDN Times/ istimewa

Kapolres Blitar Kota, AKBP Danang Setiyo Pambudi Sukarno mengatakan total terdapat 16 siswa yang diduga mengalami keracunan. Kejadian ini bermula saat siswa membeli jeli yang dijual oleh penjual keliling. Siswa membeli satu kemasan jeli berisi 10 buah dan dimakan bersama teman-temannya. Selang satu jam kemudian mereka mulai mengeluhkan sakit perut. "Setelah memakan jeli satu jam kemudian mereka merasa sakit perut," ujarnya, Sabtu (19/10/2024)

2. Satu siswa dirujuk ke RSUD Srengat

Ilustrasi mual. IDN Times/ istimewa

Pihak sekolah kemudian melakukan pertolongan pertama dengan memberi minyak kayu putih ke siswa. Mereka lalu membawa ke Puskesmas setempat untuk mendapat perawatan. Satu siswa kondisinya tidak membaik sehingga dirujuk ke RSUD Srengat. "Ada satu siswa yang harus dirujuk ke RSUD Srengat, lainnya di Puskesmas dan saat ini sudah membaik," tuturnya.

3. Amankan sisa jeli dan periksa penjualnya

Polisi meminta keterangan sejumlah saksi dalam kasus keracunan di SD. IDN Times/ istimewa

Polisi sendiri masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa ini. Diduga anak tersebut mengalami keracunan. Mereka mengamankan sisa makanan jeli yang dikonsumsi siswa. Selain itu mereka juga meminta keterangan penjual keliling makanan tersebut. "Kita akan lakukan uji lab terhadap jeli tersebut, perkembangan lebih lanjut akan kita infokan lebih lanjut," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article