Surabaya, IDN Times - Lima orang korban ledakan elpiji di San Antonio, Pakuwon City Surabaya dilarikan ke rumah sakit seketika setelah insiden terjadi, Selasa (6/10/2026). Mereka mengalami luka bakar di bagaian tubuh.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan lima orang korban itu adalah karyawan rumah makan. Dua orang mengalami luka serius sehingga dilarikan ke RSUD dr Soetomo
"Tiga orang ini masih berada di Rumah Sakit Haji dan dua orang butuh penanganan di RSUD dr Soetomo," ujarnya ditemui di lokasi.
Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, lima korban itu adalah Eky (27) yang mengalami luka bakar di bagian lengan kanan dan Kiri. Windi Pratama (30) yang mengalami luka bakar bagian tangan kanan dan bagian wajah
"Kholifah (27) mengalami luka robek bagian lutut kanan .dan luka bakar siku dan rambut, Moch Syofan (19) mengalami luka bakar bagian kening dan Liutami Matul (23) mengalami luka bakar area muka leher, dua tangan, dan paha," jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah ledakan terjadi di rumah toko (ruko) Nasi Tempong Dewi Sri di Jalan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Polisi pun telah melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab ledakan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistyawan mengatakan, ledakan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB. Sejumlah saksi mengatakan sempat mencium bau gas elpiji.
"Ya, hari ini tadi sekitar pukul 7.30, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," ujarnya di lokasi.
Petugas kemudian datang untuk melakukan identifikasi penyebab ledakan. Hasil pemeriksaan sementara oleh Tim Inafis dan penjinak bom (jibom) Gegana Polda, ledakan disebabkan oleh kebocoran gas elpiji 50 kg dari sebuah rumah makan Nasi Tempong Dewi Sri.
"Saat ini di TKP juga sudah kita lakukan olah TKP dan meyakinkan. Sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari kebocoran gas tersebut," ucapnya.
