Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Melanda Balerejo Madiun, 209 Warga Diungsikan
Ratusan warga di Balerejo Madiun mengungsi ketempat yang lebih aman. IDN Times/ Riyanto

Madiun, IDN Times - Sejumlah desa di wilayah Kecamatan Balerejo Kabupaten Madiun Jawa Timur dilanda bencana banjir pada Minggu (10/3/2024). Akibatnya aktivitas warga lumpuh total.

1. 300 rumah warga terdampak banjir

Ratusan warga di Balerejo Madiun mengungsi ketempat yang lebih aman. IDN Times/ Riyanto

Menurut keterangan Kepala Dusun Dua Desa Warurejo, Joko Marseno, lebih dari 300 rumah warga terendam banjir dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.

Banjir ini disebabkan curah hujan tinggi yang berdampak pada air sungai Jerohan meluap. Ditambah dua titik tanggul di sepanjang sungai juga ambrol.

"Akibat banjir tersebut warga mengungsi ke kantor desa, mushola, dan rumah saudara yang tidak terendam air," kata Joko.

Joko Marseno menjelaskan, hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu siang membuat air Sungai Jerohan meluap dan mengakibatkan banjir semakin meluas.

2. Tekepung banjir sekeluarga terjebak di dalam rumah

Ratusan warga di Balerejo Madiun mengungsi ketempat yang lebih aman. IDN Times/ Riyanto

Sementara itu, salah satu warga setempat, Minarsih, mengaku belum menerima bantuan logistik dalam bentuk apapun. Ia dan keluarganya terjebak di rumah karena dikepung banjir.

"Tidak bisa masak, jaga-jaga apabila air masuk ke dalam rumah, antisipasi banjir susulan," tuturnya.

Minarsih menambahkan, bantuan pangan dari pemerintah belum datang sejak kemarin. "Saya bertahan di rumah, sekaligus bersih-bersih rumah dari air atau lumpur yang masuk. Sambil mengamankan benda-benda berharga," pungkasnya.

Warga lain yang terdampak berharap bantuan segera datang agar mereka dapat kembali beraktivitas normal.

3. 209 warga dilaporkan mengungsi

Ratusan warga di Balerejo Madiun mengungsi ketempat yang lebih aman. IDN Times/ Riyanto

Banjir akibat luapan air sungai Jerohan Balerojo tersebut memaksa lebih dari 209 warga untuk mengungsi. Para lansia, balita, dan warga yang memiliki penyakit kronis diprioritaskan untuk dievakuasi terlebih dahulu menggunakan perahu karet milik BPBD dan perahu seadanya yang terbuat dari pelepah pisang.

Proses evakuasi dilakukan secara bergantian. Warga dibawa dari rumah mereka yang terendam banjir ke tepi banjir, dan selanjutnya dibawa ke tempat yang aman.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Madiun, Agung Budiarto, mengatakan bahwa warga harus diungsikan karena rumah mereka telah terendam air sejak Minggu dini hari.

"Berdasarkan pantauan di lokasi, ketinggian banjir mencapai 1,5 meter," ujarnya.

Agung menjelaskan bahwa jalan di desa dan di rumah warga letaknya lebih rendah, sehingga air dengan cepat meninggi.

"Dikhawatirkan debit air banjir di Kecamatan Balerejo akan semakin tinggi, sehingga kami harus mengungsikan warga ke tempat yang aman," pungkasnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article