APBD Rp12 T, Surabaya Butuh Rp25 T untuk Tangani Banjir-Pendidikan

Surabaya, IDN Times - Kota Surabaya membutuhkan anggaran Rp25 trilun untuk pembangunan atau tantangan fiskal. Sementara anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kota Surabaya hanya Rp12 triliun. Hal itu disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat pemaparan visi misi di DPRD Kota Surabaya, Senin (3/3/2025).
Eri mengatakan, tantangan fiskal itu meliputi penanganan banjir di Kota Surabaya, terdapat 3.764 usulan pekerjaan dengan 90 persen di antaranya usulan skala kampung, dan total anggaran mencapai Rp9,6 triliun. Kemudian pembangunan infrastuktur jalan termasuk JLLB, JLLB, uderpass, hingga peningkatan kualitas jalan Rp10,6 trilun.
Lalu untuk kesehatan Rp2,7 triliun, rumah tidak layak huni (Rutilahu) sebanyak 8.176 unit Rp286 miliar, jaminan kesehatan semesta Rp450 miliar, honor pelayanan publik Rp1,4 triliun, penerangan jalan umum Rp280 miliar dan beasiswa Rp55 miliar.
“BOPDA untuk SD-SMP Rp2,5 triliun, menuntaskan kemiskinan membutuhkan anggaran Rp1,5 triliun,” paparnya.
Sementara, APBD Kota Surabaya hanya Rp12 triliun. Sehingga, Pemkot Surabaya mengambil pembiayaan alternatif atau utang.
Selain itu, Eri mengungkapkan anggaran pemkot senilai Rp 12 triliun tidak cukup jika hanya digunakan untuk mengentaskan kemiskinan di Surabaya. Sebab, ia menyebutkan, pemkot memiliki skala prioritas yang harus dikerjakan selama lima tahun ke depan.
“Saya berharap warga yang mampu mau menyumbangkan hartanya, untuk disumbangkan kepada orang yang tidak mampu, sehingga pembangunan itu berjalan,” imbuhnya.
Eri menambahkan, sesuai menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, berdasarkan arahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, para kepala daerah diminta untuk berinovasi.
“Seperti menggunakan pembiayaan KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha) maupun bank untuk menciptakan percepatan ekonomi mencapai 8 persen. Nanti akan kita diskusikan dengan DPRD Surabaya bagaimana pesan Pak Presiden dan menteri, prioritas yang mana, apa saya yang akan dialokasikan,” jelasnya.
Oleh karena itu, dalam periode kedua ini, Eri berkomitmen untuk melanjutkan sejumlah program pembangunan. Seperti RPJMD membangun diversi Gunungsari, Banyurip - Gresik sampai tahun 2026.
"Lalu pembangunan jalan Wiyung, dan pembangunan rumah sakit, ini prioritas saya yang tidak bisa dikerjakan di periode pertama karena pilkada serentak yang maju dua tahun,” pungkas dia.


















