Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Angka Stunting di Surabaya Tinggal 344, Pemkot Beri Kudapan Protein

Angka Stunting di Surabaya Tinggal 344, Pemkot Beri Kudapan Protein
Ilustrasi kegiatan posyandu. ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas
Share Article

Surabaya, IDN Times - Angka stunting di Kota Surabaya terus mengalami penurunan. Pemerintah Kota Surabaya terus memberikan kudapan tinggi protein kepada balita yang mengalami stunting. 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan, angka stunting di Surabaya hingga November 2023 adalah 344. Sementara di 2022 adalah 923.

Faktor determinan penyebab balita stunting terjadi bukan semat-mata satu penyebab saja. Namun ada beberapa penyebab simultan. "Penyebab tersebut seperti kurangnya asupan kepada balita yang bisa disebabkan oleh kurangnya pemberian makanan bergizi, dapat terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu, sehingga salah dalam pemilihan makanan, bisa juga karena kebiasaan memilih makanan pada balita. Sehingga nilai gizi yang sampai kepada balita kurang," ujar Nanik kepada IDN Times, Rabu (2023). 

Bisa juga karena balita tersebut sering mengalami sakit atau menderita infeksi penyakit kronis. Penyakit tersebut disebabkan karena keadaan lingkungan sekitar yang tidak baik.

"Lingkungan sekitar tidak baik itu seperti rumah tidak sehat, ventilasi rumah yang kurang, penyediaan air bersih yang tidak ada, pertukaran udara yang tidak baik, sehingga balita sering menderita batuk, pilek, demam dan diare, akibatnya berat badan dan tinggi badannya menjadi sulit naik," kata Nanik. 

Untuk itu, dalam upaya mengatasi stunting, Pemerintah telah memberi Pemberian Makanan Tambahan atau PMT setiap hari kepada balita yang terindikasi stunting, pra stunting, gizi buruk dan gizi kurang . PMT yang diberikan biasanya adalah kudapan yang tinggi protein. 

"Permakanan kudapan tinggi protein hewani, dengan sasaran balita stunting, pra stunting, balita gizi buruk dan balita gizi kurang, yang diberikan setiap hari, berupa kudapan protein hewani ditambah telur dan susu, PMT biskuit dan taburia, untuk balita kurang gizi," jelasnya. 

Bukan cuma untuk balita stunting, PMT juga diberikan kepada semua balita saat mereka datang ke Posyandu. Pemberian PMT tersebut diberikan setiap bulan.

"PMT Penyuluhan yang diberikan pada saat Posyandu Balita dengan sasaran semua balita di Posyandu, 1x sebulan, berupa kudapan protein hewani," pungkas dia. 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Faiz Nashrillah
EditorFaiz Nashrillah

Latest News Jawa Timur

See More

Polisi Periksa 6 Orang Terkait Pembunuhan Perempuan di Putat Jaya

29 Jun 2026, 15:59 WIBNews