Madiun, IDN Times – Wali Kota Madiun Maidi akhirnya meninggalkan Mapolres Madiun usai menjalani pemeriksaan intensif oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (19/1/2026). Pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar KPK di wilayah Kota Madiun, Jawa Timur.

Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi, Maidi keluar dari gedung Polres Madiun sekitar pukul 17.20 WIB. Ia tampak mengenakan masker putih, topi, serta jaket berwarna navy. Tanpa sepatah kata pun kepada awak media, Maidi hanya melambaikan tangan sebelum masuk ke dalam kendaraan yang telah disiapkan tim penyidik KPK.

Proses pemeriksaan oleh penyidik KPK berlangsung sejak Senin pagi. Untuk mendukung jalannya pemeriksaan, KPK meminjam sejumlah ruangan di Mapolres Madiun. Setelah pemeriksaan selesai, sedikitnya enam kendaraan terlihat keluar dari halaman Polres Madiun secara beriringan.

Tak hanya Maidi, beberapa aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Madiun serta sejumlah pihak swasta juga turut dibawa oleh penyidik KPK. Namun, identitas dan peran masing-masing pihak tersebut belum diungkap secara resmi.

Kapolres Madiun AKBP Kemas Indranatanegara membenarkan adanya kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK di Mapolres Madiun. Ia menyebut tim KPK mulai datang sejak pagi hari.

“Benar, sekitar pukul 08.30 WIB KPK datang ke Polres Madiun untuk melakukan pemeriksaan,” ujar AKBP Kemas kepada wartawan.

Ia menambahkan, pihak Polres hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan dan tidak mengetahui secara detail materi yang didalami oleh penyidik KPK. “Kami hanya memfasilitasi tempat. Ada empat ruangan di Satreskrim yang digunakan, sementara materi pemeriksaan sepenuhnya menjadi kewenangan KPK,” jelasnya.

Usai pemeriksaan di Madiun, Maidi tampak masuk mobil. Rombangan mobil tersebut dikawal oleh polisi. Belum ada keterangan resmi ke mana Maidi akan dibawa. Namun, sebelumnya KPK menyebut bahwa Maidi akan dibawa ke Jakarta.