Ketua Tim Gugus Tugas Kuratif Penanganan COVID-19 Jatim, dr. Joni Wahyuhadi. Dok.IDN Times/Istimewa
Meski banyak menangani pasien COVID-19, Joni menegaskan bahwa RSUD dr. Soetomo tidak pernah kekurangan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga kesehatannya (nakes). Sebab bantuan tersebut terus mengalir, dari Pemprov Jatim, donatur hingga Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
"Kami memikirkan kawan-kawan di RS Darurat (Lapangan). RS Darurat itu rumah sakit yang bukan rujukan, di luar yang 99 rumah sakit rujukan, yang punya WA grup. Kasihan RS Darurat itu, dia harus diperhatikan APD-nya. Karena banyak juga pasien ke situ. Kami nanti serakah kalau semua-semuanya kami anu (terima). Iya kan?," ungkapnya.
"Jadi selama kami masih cukup, dari bantuan yang ada, ya sudah kami masih cukup. Daftar kami masih ada puluhan ribu APD," dia menambahkan.