Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Titik Api Kepung Tahura Raden Soerjo Pegunungan Arjuno
Ilustrasi kebakaran hutan (Unsplash.com/Matt Howard)
  • Tiga titik api terdeteksi di Tahura Raden Soerjo, Pegunungan Arjuno, pada Rabu pagi. Tim gabungan BPBD dan petugas Tahura dikerahkan untuk mencegah kebakaran meluas.
  • Pemadaman darat terkendala titik api di kawasan puncak yang sulit dijangkau. BPBD Jatim menyiapkan helikopter berkapasitas satu ton air untuk operasi water bombing.
  • Helikopter telah melakukan survei udara dan BPBD mengecek Kolam Kaliandra sebagai sumber air. Luasan area terbakar belum diketahui, sementara cuaca dan angin menjadi pertimbangan operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Surabaya, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meneror kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo. Tiga titik api terdeteksi di kawasan pegunungan Arjuno-Welirang dan kini tengah dikejar tim gabungan untuk mencegah api meluas.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jawa Timur (Jatim), Gatot Soebroto mengatakan, laporan titik api diterima pada Rabu (19/8/2026) pagi. Setelah dilakukan koordinasi dengan Dinas Kehutanan Jatim sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) pengampu Tahura, ditemukan tiga titik api.

"Memang ditemukan tiga titik api di sana," ujarnya.

Tim gabungan langsung bergerak menuju lokasi. Personel BPBD Kabupaten Pasuruan, BPBD Kabupaten Mojokerto, BPBD Provinsi Jatim, serta petugas Tahura dikerahkan untuk melakukan pemadaman dari darat.

Namun, medan menjadi tantangan serius. Titik api berada di kawasan puncak dengan akses yang cukup jauh sehingga membutuhkan waktu untuk dijangkau tim darat.

"Sambil menunggu jadwal heli, pastinya teman-teman tim darat terus melakukan pendekatan kepada titik api untuk melakukan pemadaman. Karena kita tahu posisi titik apinya di atas, di puncak yang kondisinya memang agak jauh sehingga perlu waktu untuk mencapai titik api tersebut," katanya.

BPBD Jatim tak ingin mengambil risiko api semakin sulit dikendalikan. Selain pengerahan personel darat, upaya pemadaman dari udara juga mulai disiapkan melalui operasi water bombing.

Satu unit helikopter milik Pemprov Jatim disiapkan untuk mendukung pemadaman. Helikopter tersebut memiliki kemampuan membawa sekitar satu ton air dalam sekali angkut untuk dijatuhkan ke titik kebakaran.

"Heli yang kita siapkan masih menggunakan heli yang disiapkan oleh Pemprov Jatim, ada satu unit dengan kemampuan satu ton air sekali angkut untuk proses pemadaman di Tahura ini," jelas Gatot.

Sebelum operasi water bombing dilakukan, helikopter telah digunakan untuk melakukan survei udara guna memetakan kondisi kawasan yang terbakar. Namun, kondisi angin di wilayah pegunungan menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan.

BPBD Jatim juga telah mengecek sumber air terdekat yang memungkinkan digunakan untuk mengisi tangki helikopter. Salah satunya adalah kolam renang Kaliandra yang dinilai memiliki lokasi relatif dekat dengan kawasan kebakaran.

"Kita juga sudah mengecek kolam renang Kaliandra yang mungkin nantinya menjadi tempat pengambilan air karena memang paling dekat," katanya.

Operasi water bombing akan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan angin. Sementara itu, tim darat tetap bergerak mendekati titik api agar kebakaran dapat ditekan secepat mungkin.

Hingga kini, BPBD Jatim belum dapat memastikan luasan kawasan yang terbakar. Pendataan masih dilakukan karena kebakaran baru terdeteksi dan tim masih berfokus pada upaya pemadaman.

"Untuk luas area masih belum didata karena memang masih awal sehingga belum bisa kita sampaikan," kata Gatot.

Dukungan personel tambahan juga telah disiapkan. Gatot memastikan unsur TNI-Polri siap dikerahkan apabila dibutuhkan untuk memperkuat operasi pemadaman.

Kondisi tersebut membuat penanganan karhutla di Tahura Raden Soerjo menjadi perhatian serius. Medan pegunungan, titik api yang berada di kawasan puncak, serta angin kencang menjadi kombinasi yang dapat menyulitkan proses pemadaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article