Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Sekolah Rakyat Permanen Jatim Sudah MPLS, yang 15 Akhir Bulan Ini
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Restu Novi Widiani. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Surabaya, IDN Times - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memastikan bahwa operasional Sekolah Rakyat (SR) permanen mulai berjalan. Dari 18 SR permanen yang dibangun di berbagai daerah, tiga sekolah telah menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan mulai dihuni para siswa sejak pertengahan Juli. Sementara 15 SR permanen lainnya dijadwalkan memulai MPLS pada akhir bulan ini.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, Restu Novi Widiani mengatakan, tiga SR permanen yang sudah beroperasi berada di Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Jember. Para siswa telah masuk asrama dengan sistem boarding school sejak pelaksanaan MPLS pada 14 Juli.

"Dari 18 Sekolah Rakyat permanen di Jawa Timur, tiga sudah mulai ditempati siswa karena kondisi fisiknya sudah memungkinkan. Memang masih ada penyempurnaan di tahap finishing, tetapi proses belajar sudah berjalan," ujarnya, Senin (27/7/2026).

Sementara itu, 15 SR permanen lainnya dijadwalkan mulai melaksanakan MPLS pada 31 Juli 2026. Terkait progres pembangunan seluruh SR permanen rata-rata telah melampaui 90 persen, bahkan beberapa lokasi sudah mencapai 97 persen.

Novi menjelaskan, penilaian progres tidak hanya berdasarkan penyelesaian gedung, tetapi juga mencakup kelengkapan mebel, sarana dan prasarana, hingga kebutuhan siswa yang akan tinggal di asrama.

"Tolok ukurnya bukan hanya bangunan selesai, tetapi juga kesiapan fasilitas pendukung agar siswa bisa langsung belajar dengan nyaman," tegasnya.

Novi menambahkan, secara nasional, terdapat 93 Sekolah Rakyat permanen dan 164 Sekolah Rakyat rintisan. Ia mengklaim, Jatim menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni memiliki 18 SR permanen dan 26 SR rintisan.

Sebanyak 18 SR permanen tersebut tersebar di Banyuwangi, Gresik, Jember, Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Madiun, Kabupaten Malang, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Kabupaten Pasuruan, Sampang, Trenggalek, Tuban, Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya.

Setiap SR permanen membuka tiga rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD, tiga rombel SMP, dan tiga rombel SMA. Masing-masing rombel diisi 30 siswa sehingga kapasitas awal mencapai sekitar 270 siswa per sekolah.

Saat ini, jumlah siswa SR di Jatim diperkirakan mencapai 7.651 orang. Angka tersebut masih bersifat dinamis karena proses penjangkauan calon siswa masih terus dilakukan.

Berbeda dengan sekolah pada umumnya, penerimaan siswa SR dilakukan melalui sistem penjangkauan aktif. Tim sekolah mendatangi langsung calon peserta didik dari keluarga desil 1 dan desil 2, termasuk anak putus sekolah maupun yang berisiko putus sekolah.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemprov Jatim juga menyiapkan dua guru ngaji di setiap SR melalui kerja sama dengan Fatayat NU. Selain itu, berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) turut dilibatkan, mulai dari pendampingan literasi digital hingga edukasi mitigasi bencana bagi siswa yang tinggal di lingkungan sekolah berasrama.

Novi juga bilang, fasilitas di SR permanen tergolong lengkap. Selain ruang kelas dan asrama siswa, sekolah juga dilengkapi asrama guru, dapur umum, masjid, kantin terpisah untuk tiap jenjang, hingga fasilitas olahraga seperti lapangan sepak bola, basket, voli, jogging track, dan mini soccer sesuai luas lahan masing-masing sekolah.

"Dalam kondisi penuh, satu Sekolah Rakyat permanen diproyeksikan mampu menampung lebih dari 1.000 siswa secara bertahap seiring bertambahnya tingkat kelas," pungkasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article