Surabaya, IDN Times - Dua orang korban ledakan elpiji di San Antonio Pakuwon City yang dilarikan ke RS Haji Surabaya juga dilakukan operasi. Keduanya mengalami luka bakar 16 dan 30 persen.
Ketua Tim Sub Substansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur mengatakan, operasi dilakukan pada Selasa (6/10/2026), beberapa saat setelah dibawa ke rumah sakit. Selain mengalami luka bakar korban juga mengalami trauma inhasi karena dampak gas elpiji. "Operasi dinamakan debridement, membersihkan luka bakar dan kulit yang terbakar atau mati dan kotoran yang menempel," ujarnya (7/10/2026).
Keduanya kini tengah menjalani perawatan intensif di ruang ICU. Mereka mengalami luka yang cukup berat karena terjadi di bagian wajah. "(Pasien) di ICU, perlu perawatan intensif," ungkap dia.
Meski begitu, Masrur memastikan bahwa kondisi keduanya sudah cukup stabil. Tetapi, masih perlu observasi dan pengawasan ketat di ICU. "Pasiennya dirawat secara intensif dan tidak boleh ditunggu," jelasnya.
Sebelumnya, ledakan diduga karena kebocoran gas elpiji ini terjadi di sebuah rumah makan kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Selasa (6/10/2026) pagi. Setidaknya ada lima orang karyawan mengalami luka bakar dari kejadian tersebut.
Sebanyak 58 bangunan berupa ruko dan rumah di sekitar lokasi rusak parah hingga ringan. Tak cuma itu, belasan kendaraan yang terparkir dan melintas juga mengalami kerusakan.
