Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Viral Sopir Jeep Bromo Ngamuk di Jemplang, Begini Penjelasan TNBTS

Potret kemacetan parah di Savana Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)
Potret kemacetan parah di Savana Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)

Malang, IDN Times - Viral di media sosial para sopir Jeep Gunung Bromo yang mengamuk di pos pengecekan tiket kawasan Jemplang di Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang pada Senin (27/1/2025). Ini disebabkan lalu lintas di Gunung Bromo yang lumpuh karena pengunjung yang overload. Balai Besar (BB) Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) akhirnya memberikan tanggapan.

1. BB TNBTS memang menambahkan kuota Gunung Bromo sebanyak 2 ribu tiket saat libur Isra Mi'raj dan Imlek

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan jika pihaknya kuota harian masuk Gunung Bromo adalah 2.752 orang per hari, Ranu Regulo sebanyak 300 orang per hari, dan Ranu Kumbolo sebanyak 200 orang per hari. Tiket masuk Gunung Bromo sendiri hanya bisa dibeli secara online melalui website TNBTS, kemudian pengunjung akan mendapatkan tiket digital berupa barcode yang akan discan di tiap pos pengecekan.

"Tapi karena tingginya antusias wisatawan saat libur Isra Mi'raj dan Imlek, kami menambah kuota tiket sebanyak 2.000 orang per hari. Penambahan dilakukan sejak pukul 05.00 WIB dengan menyesuaikan kapasitas Sunrise View Point Penanjakan atau Bukit Kedaluh atau Lemah Pasar yang merupakan loaksi menikmati matahari terbit," terangnya saat dikonfirmasi pada Rabu (29/1/2025).

Rudijanta mengungkapkan kalau dari pantauan pengelola TNBTS, wisatawan yang berkunjung ke Gunung Bromo yang datang menggunakan kendaraan roda 4 atau Jeep hampir semuanya dikelola oleh beberapa agen perjalanan wisata yang banyak ditawarkan melalui media sosial. Agen perjalanan wisata tersebut yang termasuk memesankan tiket pengunjung, baik oleh mereka sendiri, maupun perantara yang stand by di sekitar pintu-pintu masuk kawasan.

"Tapi BBTNBTS telah menyiapkan sistem pengedalian dengan membatasi pemesanan maksimal 12 orang per pemesanan. Hal ini dengan pertimbangan jumlah orang tersebut akan berada dalam 2-3 kendaraan, sehingga mudah dilakukan pemeriksaan. Para pelaku jasa wisata ini sering kali menggabungkan pengunjung dalam satu atau lebih pemesanan, dengan jumlah kendaraan bisa lebih dari 5 dan puluhan orang pengunjung. Kendaraan-kendaraan ini tidak jarang terpisah satu dengan yang lain, sehingga menyulitkan pemeriksaan keabsahan data pengunjung," jelasnya.

Rudijanta juga menjelaskan kalau pihaknya juga mempertimbangkan kondisi jalan yang sempit di setiap pintu masuk, jadi pengunjung atau kendaraan yang belum mempunyai tiket akan diminta menunggu di satu jalur sampai tiket bisa dibeli ataupun menunggu kuota tersedia, sedangkan pengunjung yang sudah memiliki tiket bisa melalui jalur di sebelah kanan. Khusus di pintu masuk Jemplang, kendaraan dengan pengunjung belum memiliki tiket akan diminta bergerak ke arah Bantengan atau Ranu Pani, sehingga memberi kesempatan kendaraan dengan pengunjung sudah memiliki tiket bisa melanjutkan perjalanan.

2. BB TNBTS menuding ada agen travel yang tidak menaati peraturan yang menyebabkan lalu lintas Gunung Bromo lumpuh

Video sejumlah sopir Jeep Bromo mengamuk di pos pengecekan tiket kawasan Jemplang. (IDN Times/Istimewa)
Video sejumlah sopir Jeep Bromo mengamuk di pos pengecekan tiket kawasan Jemplang. (IDN Times/Istimewa)

Rudijanta kemudian menjelaskan bahwa situasi yang terjadi pada tanggal 25-26 Januari 2025, tiket sesuai kuota telah terjual habis sebelum tengah malam hari sebelumnya. Namun, ia membeberkan bahwa sejumlah biro travel tetap memberangkatkan pengunjung yang belum mengantongi tiket menuju pintu masuk.

"Hal ini menyebabkan tercampurnya antrian antara pengunjung yang sudah dan belum memiliki tiket online. Ketidaktertiban ini membuat sirkulasi pengunjung menjadi tersendat dan membuat panjangnya antrian," bebernya.

Karena situasi yang mendesak ini, akhirnya BB TNBTS menambahkan kuota hingga 2 kali, masing-masing sebesar 1.000 pengunjung agar mengurangi kemacetan di pintu masuk. Tapi ternyata solusi ini tidak cukup untuk menanggulangi kemacetan yang sudah terlalu parah.

"Penambahan-penambahan di luar kapasitas lingkungan ini berakibat penumpukan. jumlah kendaraan di Kaldera Bromo, yang mana menyebabkan terjadi kemacetan. Terlebih pada beberapa titik terdapat kendaraan yang mogok karena satu dan lain hal," ungkapnya.

3. BB TNBTS minta pengelola travel untuk menaati peraturan

Potret kemacetan parah di Savana Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)
Potret kemacetan parah di Savana Gunung Bromo. (IDN Times/Istimewa)

Lebih lanjut, Rudijanta sangat menghimbau agar pelaku wisata mengikuti pengaturan-pengaturan lalu lintas yang telah dilakukan demi kenyamanan dan keselamatan pengunjung. BB TNBTS juga akak tetap mengedepankan prinsip 3P yaitu Pelestarian, Pengawetan, dan Pemanfaatan.

"Selain itu di masa mendatang pengelola mempertimbangkan adanya pengaturan jalur jalan yang melintasi kaldera (Jalur Lingkar Kaldera Tengger -JLKT) dan mengkaji alternatif angkutan lain yang dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung dan menambah kualitas wisata di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rizal Adhi Pratama
EditorRizal Adhi Pratama
Follow Us