Viral Guru SMK di Malang Piting Siswa, Ini Penjelasan Pihak Sekolah

Malang, IDN Times - Media sosial dihebohkan dengan video seorang guru di SMKN 12 Kota Malang memiting leher siswanya dari belakang. Terlihat seorang guru yang memakai peci hitam, kemeja putih, dan celana hitam ini memiting dan mencekik leher siswanya dari belakang sambil duduk. Kepala siswa tersebut tanpak tertarik ke belakang diantara kaki sang guru,
Video tersebut menjadi viral setelah diposting akun Twitter @Heroloebss. Video ini telah ditonton sebanyak 58 ribu kali, 284 kali dire-tweet, 528 like, dan 184 komentar.
1. Klarifikasi dari Wakasek SMKN 12 Kota Malang

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMKN 12 Kota Malang, Yusuf Hidayat membenarkan jika video yang viral tersebut terjadi di sekolahnya. Kejadian ini terjadi pada Rabu (31/7/2024) usai istirahat jam kedua, berawal saat siswa berinisial R (17) siswa kelas XI Teknik Kendaraan Ringan (TKR) terlambat memasuki kelas.
"Jadi siswa yang bersangkutan terlambat masuk jam pelajaran agama. Kemudian sudah ada kesepakatan kelas bahwa yang terlambat masuk harus berdiri selama beberapa menit, entah 15 menit," terangnya saat dikonfirmasi pada Senin (5/8/2024).
Saat berdiri di belakang guru, R ketahuan bercanda di depan teman-temannya. Hal ini membuat teman-teman sekelasnya menyuruh R untuk berhenti bercanda.
2. Guru semakin marah saat R berbohong soal handphone miliknya

Setelah itu, guru tersebut menanyakan apakah R membawa handphone atau tidak. R mengaku jika handphone miliknya tertinggal di kelas sebelah, tapi ternyata handphone tersebut ditemukan di saku seragam R. Hal ini membuat sang guru naik pitam sehingga melakukan hukuman yang berlebihan.
"Dikatakan (gurunya) yang punya tanggung jawab untuk kamu sudah terbiasa bohong, kayak gini gimana orang tuamu. Dan kemarin dijelaskan di mediasi," bebernya.
3. Wakasek SMKN 12 Kota Malang mengatakan jika pitingan itu maksudnya untuk bercanda

Saat memiting leher korban, salah satu siswa di dalam kelas merekam kejadian tersebut. Video tersebut kemudian diposting di media sosial hingga menjadi viral.
"Guru tersebut sebenarnya esensinya sebenarnya adalah guyon (bercanda), tapi memang kemarin itu terlalu berlebihan. Sebenarnya tidak terjadi misalkan seperti itu (kekerasan fisik), cuma hanya istilahnya kayak seolah-olah, tapi tidak akan membekas dalam hal fisik," pungkasnya.



















