Lepas dari COVID-19, Sri Bangkit dengan Bisnis Minuman Herbal

Sidoarjo, IDN Times - Pandemi COVID-19 benar-benar membuat bisnis yang dijalankan Sri Nur Rahmawati babak belur. Usaha kerupuk kulit sapi alias rambak dan seblak yang dibangunnya sejak 2017 nyaris berhenti. Tak cuma bisnis, Sri juga sempat merasakan menjadi pasien COVID-19. Bahkan, perempuan asal Sidoarjo ini nyaris putus asa. “Saya kena COVID-19 sudah parah. Sudah hampir mau lewat. Saya sudah pasrah. Tapi mungkin karena doa orangtua akhirnya bisa sembuh,” ujarnya kepada IDN Times, Kamis, (25/5/2023).
Sembuh dari COVID-19 bukan berarti ia bisa kembali beraktivitas normal. Efek penyakit ini ternyata cukup lama. “Masih susah buat apa-apa. Kerja otak jadi lebih berat,” kata Sri. Ia mengaku membutuhkan waktu setahun agar bisa kembali menjalankan bisnis seperti semula. Setelah merasa benar-benar pulih, barulah Sri kembali mencari celah bisnis baru. Pilihannya kali ini jatuh kepada minuman herbal yang ia beri nama dagang ELMONSH. Minuman terbuat dari campuran lemon, kemangi, gula batu, dan selasih. Meski masih tertatih memulai kembali bisnis, Sri kala itu mengaku cukup yakin pasar bisa suka dengan produknya.
Wajar jika Sri optimistis. Sebelum wabah ini datang, ia adalah penguasa pasar alias market leader di area Sidoarjo. Rambak miliknya menjadi langganan instansi pemerintahan dan pendidikan. Bahkan, tak jarang juga Sri mengirim untuk produsen di luar kota dan luar Jawa.
Apalagi, Sri menyebut bahwa ELMONSH punya banyak manfaat untuk kesehatan. Untuk sebuah minuman kesehatan, kata dia, ELMONSH juga tergolong murah. Sri hanya membanderolnya Rp10 ribu untuk satu botol kemasan 850 mililter.
Keyakinan Sri terjawab. Tak lebih dari sebulan, minuman bikinannya jadi primadona di berbagai instansi pemerintahan di Sidoarjo. “Di RSUD Sidoarjo juga laris. Ada juga di beberapa tempat nge-gym jugalumayan,” ujarnya. Bahkan, dalam beberapa kali pameran ia kerap kewalahan memenuhi pesanan. “Dalam sehari, bisa menghabiskan 500 botol kalau sedang pameran. Kalau hari normal sih seminggu 200 botol.”
Setelah produknya diterima pasar, Sri pun mengurus berbagai legalitas seperti izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Sri mengaku harus menjalani proses itu selama setahun. Beruntung, ELMONSH akhirnya mendapat izin BPOM. Tak cuma legalitas, untuk menambah jejaring dan pengetahuan, Sri juga rajin mengikuti berbagai pelatihan. Salah satunya yang digelar oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Ilmu itu kan gak pernah habis. Saya dapat banyak hal dari BRI,” ujar Sri.
Cerita kebangkitan UMKM seperti Sri juga menjadi salah satu concern utama BRI usai pandemi. Selama pandemi, BRI punya berbagai stimulus. Sebaliknya hal ini juga terus mendorong pertumbuhan kredit, khususnya di segmen UMKM pada tahun 2022 lalu. “BRI Group menyalurkan kredit sebesar Rp.1.104,79 triliun atau tumbuh 8,75 persen yoy. Penyaluran kredit kepada seluruh segmen pinjaman tercatat tumbuh positif, dengan penopang utama yakni segmen mikro yang tumbuh 15,07 persen,” ujar Direktur Utama BRI, Sunarso, dalam keterangan tertulisnya.
Sunarso pun kembali menetapkan BRI untuk kembali ke khittahnya sebagai bank UMKM. Hal itu pun membuat BRI mampu bertahan dari guncangan krisis akibat pandemi. “Ke depan, BRI akan terus fokus di UMKM, bahkan akan tumbuh ke bawah dengan go smaller ke segmen mikro, bahkan ultra mikro.”



















