Banyak orang masih salah paham saat mendengar kata bakmi. Banyak yang mengira kata “bak” selalu berarti daging babi, sehingga bakmi otomatis dianggap tidak halal. Padahal secara bahasa, kata “bak” dalam dialek Hokkien sebenarnya berarti daging. Namun, karena dalam sejarah kuliner Tionghoa di Indonesia banyak hidangan menggunakan daging babi, lama kelamaan kata “bak” beredar di telinga masyarakat yang identik dengan babi.
Padahal, sekarang sudah banyak kedai bakmi yang menggunakan bahan halal seperti ayam atau sapi. Beberapa tempat bahkan secara jelas menuliskan konsep no pork, no lard.
Di Surabaya sendiri, pilihan bakmi halal juga cukup beragam. Mulai dari bakmi karet yang kenyal, bakmi Bangka yang gurih, hingga bakmi kekinian dengan berbagai topping. Berikut beberapa tempat bakmi halal di Surabaya yang bisa jadi pilihanmu.
