Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Ide Olahan Jeroan Sapi Tanpa Santan, Dijamin Nambah Nasi

6 Ide Olahan Jeroan Sapi Tanpa Santan, Dijamin Nambah Nasi
ilustrasi jeroan sapi (Pexels/ Đậu Photograph)
Intinya Sih
  • Artikel membahas berbagai olahan jeroan sapi tanpa santan sebagai alternatif menu yang lebih ringan namun tetap gurih dan kaya rasa.
  • Dijelaskan enam resep populer seperti soto jeroan bening, oseng jeroan, gulai tanpa santan, sambal goreng, bacem jeroan, hingga babat gongso.
  • Setiap hidangan menonjolkan cita rasa khas rempah Nusantara dengan teknik memasak sederhana yang cocok untuk menu rumahan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jeroan sering menjadi bagian dari sapi yang disukai banyak orang. Namun, jeroan kerap dikaitkan dengan makanan tinggi kolesterol. Padahal, kandungan kolesterol yang tinggi tidak hanya berasal dari bahan utamanya, tetapi juga dipengaruhi cara pengolahannya. Penggunaan santan dalam masakan jeroan misalnya, sering membuat hidangan menjadi lebih berlemak dan berat. Tambahan santan dapat meningkatkan kandungan lemak jenuh pada masakan, sehingga konsumsi berlebihan perlu diperhatikan.

Meski begitu, jeroan sapi tetap memiliki banyak penggemar. Setiap bagian jeroan bahkan mempunyai penikmat tersendiri, mulai dari paru, hati, usus, babat, hingga jantung. Rasanya yang khas dan teksturnya yang unik membuat jeroan tetap digemari dalam berbagai olahan tradisional. Sebagai alternatif yang lebih ringan, jeroan bisa diolah tanpa santan namun tetap lezat dan kaya rasa. Berikut beberapa ide olahan jeroan sapi tanpa santan yang bisa menjadi pilihan menu sehari-hari

.

1. Soto Jeroan Bening

Hidangan Vietnam yang lezat dengan daging dan rempah-rempah segar
Ilustrasi soto bening jeroan (Pexel/Son Hoa Nguyen)

Soto jeroan bening bisa menjadi salah satu olahan alternatif tanpa santan. Soto ini bisa disebut sebagai olahan berkuah ringan, namun tetap kaya rasa. Meskipun berbahan dasar jeroan, olahan ini rasanya lebih segar dan tidak terlalu berat untuk dicerna, tetapi rasanya tetap gurih karena kaya rempah. Makanan ini menghadirkan citarasa gurih hangat dengan aroma rempah seperti bawang putih, jahe, dan merica. Karena tanpa santan, rasa kaldunya lebih ringan dan segar, dengan sedikit sensasi pedas dari merica dan asam jeruk nipis saat disajikan.

Sebagai alternatif makanan tanpa santan, soto jeroan bening cukup mudah dibuat dengan bahan yang sederhana. Jeroan sapi direbus hingga empuk untuk mengurangi bau khasnya, kemudian dimasak kembali dalam kuah kaldu yang telah diberi tumisan bumbu halus. Proses memasaknya tidak memerlukan banyak bahan maupun teknik rumit, sehingga cocok dijadikan menu rumahan sehari-hari. Selain mengenyangkan, hidangan ini juga terasa hangat dan ringan saat disantap, terutama ketika cuaca dingin atau sebagai menu makan siang yang tidak terlalu berat.

2. Oseng Jeroan Sapi

ilustrasi oseng jeroan
ilustrasi oseng jeroan (Pexels/José Antonio Otegui Auzmendi)

Oseng jeroan sapi merupakan hidangan rumahan yang menggunakan aneka jeroan seperti babat, paru, usus, kikil, atau hati sapi yang dimasak dengan bumbu tumis sederhana tanpa santan. Masakan ini memiliki cita rasa gurih, pedas, dan sedikit manis dari perpaduan bawang, cabai, kecap, serta rempah-rempah seperti lengkuas dan daun salam. Tekstur jeroan yang kenyal dan empuk berpadu dengan aroma tumisan yang harum menjadikan oseng jeroan sebagai lauk yang cocok disantap bersama nasi hangat. Karena tidak menggunakan santan, rasanya terasa lebih ringan tetapi tetap kaya bumbu dan mengenyangkan.

Pembuatan oseng jeroan sapi tergolong sederhana dan cocok untuk menu sehari-hari. Jeroan direbus terlebih dahulu hingga empuk untuk mengurangi bau khasnya, lalu dipotong kecil-kecil sebelum ditumis bersama bawang merah, bawang putih, cabai, dan bumbu lainnya. Setelah bumbu harum, jeroan dimasukkan dan dimasak hingga meresap dengan tambahan sedikit air atau kecap sesuai selera. Hidangan ini biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng atau irisan cabai rawit agar rasanya semakin nikmat dan hangat di lidah.

3. Gulai Jeroan Tanpa Santan

Tampilan dekat hidangan Asia pedas yang disajikan di atas piring berhias dengan latar belakang hitam.
ilustrasi gulai jeroan sapi (Pexels/Collab Media)

Gulai jeroan tanpa santan merupakan variasi gulai yang tetap kaya rempah tetapi menggunakan kuah ringan sebagai pengganti santan. Hidangan ini biasanya memakai aneka jeroan sapi seperti babat, kikil, paru, atau hati yang dimasak bersama bumbu gulai seperti kunyit, ketumbar, bawang merah, bawang putih, jahe, serai, dan daun jeruk. Meskipun tanpa santan, rasa kuahnya tetap gurih dan hangat karena berasal dari kaldu sapi dan rempah-rempah yang dimasak hingga harum. Warna kuahnya cenderung kuning keemasan dengan aroma rempah yang kuat namun terasa lebih segar dan tidak terlalu berat di lidah.

Cara membuat gulai jeroan tanpa santan cukup sederhana dan cocok sebagai alternatif menu berkuah yang lebih ringan. Jeroan direbus terlebih dahulu hingga empuk untuk mengurangi bau khasnya, kemudian dimasak kembali bersama tumisan bumbu halus dan kaldu rebusan. Kuah dimasak hingga bumbu meresap sempurna ke dalam jeroan, lalu disajikan dengan taburan bawang goreng, daun bawang, atau cabai rawit sesuai selera. Hidangan ini cocok disantap bersama nasi hangat karena memiliki perpaduan rasa gurih, pedas, dan rempah yang tetap kaya meski tanpa menggunakan santan.

4. Sambal Goreng Jeroan Sapi

ilustrasi sambal goreng jeroan sapi
ilustrasi sambal goreng jeroan sapi (Pexels/Mohamed Olwy)

Sambal goreng jeroan sapi merupakan hidangan berbumbu pedas gurih yang menggunakan aneka jeroan sapi seperti hati, paru, babat, atau kikil sebagai bahan utama. Masakan ini dimasak dengan tumisan cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan rempah-rempah seperti lengkuas serta daun salam yang menghasilkan aroma harum dan rasa yang kaya. Berbeda dengan gulai atau opor, sambal goreng memiliki kuah yang lebih sedikit sehingga bumbunya lebih meresap ke dalam jeroan. Perpaduan rasa pedas, gurih, dan sedikit manis dari kecap membuat hidangan ini cocok disantap bersama nasi hangat sebagai lauk sehari-hari.

Pembuatan sambal goreng jeroan sapi cukup sederhana dan tidak memerlukan banyak bahan. Jeroan direbus terlebih dahulu hingga empuk untuk mengurangi bau khasnya, kemudian dipotong kecil-kecil sebelum dimasukkan ke dalam tumisan bumbu halus yang telah harum. Setelah bumbu meresap, masakan dimasak hingga agak kering dengan tambahan cabai dan kecap sesuai selera. Sambal goreng jeroan biasanya disajikan dengan taburan bawang goreng atau irisan cabai rawit agar rasa pedas dan gurihnya semakin kuat

.

5. Bacem Jeroan

ilustrasi bacen jeroan sapi
ilustrasi bacen jeroan sapi (Pexels/Collab Media)

Bacem jeroan merupakan olahan jeroan sapi yang dimasak dengan bumbu manis gurih khas baceman Jawa. Aneka jeroan seperti babat, paru, usus, atau hati direbus bersama bumbu sederhana seperti bawang merah, bawang putih, ketumbar, lengkuas, daun salam, serta gula merah hingga bumbu meresap sempurna. Cita rasanya didominasi rasa gurih dan manis dengan aroma rempah yang hangat, sementara tekstur jeroannya menjadi lebih empuk dan kaya rasa setelah dimasak perlahan. Hidangan ini biasanya disajikan sebagai lauk pendamping nasi hangat, sambal, dan lalapan.

Cara membuat bacem jeroan cukup sederhana dan cocok untuk menu rumahan sehari-hari. Jeroan direbus terlebih dahulu untuk mengurangi bau khasnya, lalu dimasak kembali bersama air dan bumbu bacem hingga kuah menyusut dan meresap. Setelah matang, jeroan dapat langsung disajikan atau digoreng sebentar agar bagian luarnya lebih kering dan harum. Bacem jeroan menjadi alternatif olahan jeroan yang tidak pedas tetapi tetap memiliki rasa kaya dan menggugah selera.

6. Babat Gongso

ilustrasi babat gongso
ilustrasi babat gongso (Pexels/Collab Media)

Babat gongso merupakan masakan khas Jawa Tengah yang menggunakan babat sapi sebagai bahan utama dan dimasak dengan bumbu tumis bercita rasa manis, gurih, dan pedas. Kata “gongso” merujuk pada teknik memasak dengan cara ditumis hingga bumbu meresap dan kuah menyusut. Babat yang telah direbus hingga empuk dimasak bersama bawang merah, bawang putih, cabai, kecap manis, serta rempah seperti lengkuas dan daun salam. Hasilnya adalah hidangan berwarna cokelat gelap dengan aroma harum khas kecap dan rempah yang kuat. Tekstur babat yang kenyal berpadu dengan rasa pedas manis menjadikan babat gongso cocok disantap bersama nasi hangat.

Pembuatan babat gongso cukup sederhana meskipun memerlukan proses perebusan babat agar empuk dan tidak berbau. Setelah babat dipotong kecil-kecil, bumbu halus ditumis hingga harum lalu dimasukkan bersama babat dan sedikit air. Masakan dimasak hingga kuah mengental dan bumbu meresap sempurna ke dalam babat. Beberapa variasi menambahkan cabai rawit utuh atau irisan tomat untuk memberikan rasa pedas dan segar. Babat gongso biasanya disajikan hangat dengan taburan bawang goreng dan acar sebagai pelengkap.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
IDN Times Hyperlocal
Faiz Nashrillah
IDN Times Hyperlocal
EditorIDN Times Hyperlocal

Latest Food Jawa Timur

See More