Malang, IDN Times - Keinginan Manajemen Arema FC untuk mengelola Stadion Kanjuruhan tampak bakal segera terwujud. CEO Arema FC, Iwan Budianto dan Bupati Malang, Muhammad Sanusi telah melakukan pertemuan untuk membahas pengelolaan stadion milik Pemerintah Kabupaten Malang ini.
Selangkah Lagi Arema FC akan Kelola Stadion Kanjuruhan

1. Manajemen Arema FC tengah bernegosiasi dengan 3 Kementerian untuk mengelola Stadion Kanjuruhan
CEO Arema FC, Iwan Budianto menjelaskan jika Arema FC mendapatkan hak pengelolaan Stadion Kanjuruhan, maka akan ada banyak hal yang dapat dilakukan. Ia menjelaskan langkah tersebut bukan sekadar berkaitan dengan penggunaan stadion untuk pertandingan, tetapi juga menyangkut perawatan fasilitas sekaligus upaya menciptakan nilai ekonomi secara berkelanjutan.
Meskipun demikian, ia mengungkapkan proses menuju pengelolaan Stadion Kanjuruhan melibatkan tiga kementerian. Ketiganya adalah Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Tapi ia optimistis kesepakatan mengenai pengelolaan stadion dapat segera tercapai sehingga Stadion Kanjuruhan nantinya bisa dikelola secara profesional oleh klub.
"Jika dikelola oleh klub, maka lebih banyak nilai lebih yang bisa diambil. Kami bisa memperbaiki fasilitas penonton, bahkan menjadikannya pusat kegiatan ekonomi, tidak hanya untuk sepak bola tapi juga event lain seperti konser musik," terangnya pada Sabtu (3/10/2026).
Manajemen Arema FC juga telah menyiapkan rencana bisnis apabila hak pengelolaan tersebut diberikan. Konsep yang disiapkan tidak sebatas menjadikan stadion sebagai tempat pertandingan, tetapi membuatnya bisa beroperasi secara profesional dan berkelanjutan. Selain itu, pengelolaan mandiri dinilai dapat memudahkan perawatan dan perbaikan fasilitas penonton, pengaturan jadwal penggunaan stadion, sekaligus optimalisasi pendapatan dari berbagai aktivitas non-sepak bola.
Pria yang akrab disapa IB ini juga menyampaikan rencana konsep stadion legacy safety yang menjadi salah satu acuan dalam penataan kawasan Kanjuruhan ke depan. Konsep tersebut diarahkan untuk menghadirkan penataan kawasan secara modern dan aman, sekaligus mentransformasi Kanjuruhan menjadi simbol kebangkitan sepak bola nasional. Kawasan diharapkan dapat berkembang sebagai ruang terpadu yang ramah bagi keluarga dan wisatawan, namun tetap menghormati nilai-nilai sejarah dan kemanusiaan yang melekat pada Kanjuruhan.
"Lewat pendekatan tersebut, aspek keselamatan dan kenyamanan menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan. Penataan tidak hanya menyentuh bangunan stadion, tetapi juga konektivitas antarfasilitas, pengelolaan aktivitas, ruang publik, fasilitas olahraga, area komersial serta ruang yang berkaitan dengan sejarah Kanjuruhan," jelasnya.
2. Arema FC juga akan mengembangkan sport science di Stadion Kanjuruhan
Selain pengembangan kawasan dan sport tourism, Manajemen Arema FC juga menyiapkan konsep pemanfaatan Stadion Kanjuruhan sebagai bagian dari ekosistem sport science. Gagasan ini diarahkan untuk menjadikan kawasan sebagai pusat performa atlet sekaligus ruang riset olahraga yang dapat dimanfaatkan sepanjang tahun. Salah satu pilarnya adalah pengembangan fasilitas dan program harian berupa laboratorium tes fisik, ruang analisis biomekanika, gym performa tinggi, serta fasilitas pemulihan atlet seperti ice bath, sauna dan hidroterapi yang dapat terintegrasi dengan kompleks kolam renang.
Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan tim utama Arema FC, tapi juga akademi. Pemanfaatannya dapat dikembangkan untuk mendukung proses pembinaan atlet melalui pengukuran kondisi fisik, pemantauan perkembangan performa, pemulihan dan evaluasi secara berkala.
"Konsep sport science juga membuka peluang layanan publik. Kami menyiapkan gagasan agar fasilitas tersebut dapat memberikan layanan pengukuran kondisi fisik, rehabilitasi cedera olahraga serta konsultasi nutrisi bagi atlet daerah, klub amatir maupun masyarakat umum. Di sisi lain, pengembangan pusat sport science juga dapat menjadi ruang kolaborasi dengan perguruan tinggi. Kerja sama riset secara berkala dapat dilakukan dalam bidang manajemen olahraga, fisiologi olahraga, psikologi atlet hingga analisis data pertandingan atau match analytics," ujarnya.
Pusat latihan akademi Arema FC dapat diintegrasikan dengan sistem pemantauan berbasis sport science. Program tersebut antara lain mencakup penggunaan data GPS tracker, analisis video taktis dan pemantauan perkembangan fisik pemain secara berkala. Bahkan Arema FC juga menyiapkan gagasan Youth Training Camp, berupa program coaching clinic dan bootcamp sepak bola secara berkala yang dapat diikuti talenta-talenta muda dari berbagai daerah. Dengan demikian, kawasan Kanjuruhan tidak hanya menjadi tempat pertandingan, tetapi juga dapat berfungsi sebagai pusat pembinaan dan pengembangan talenta sepak bola.
"Konsep tersebut menjadi bagian dari gagasan transformasi ekosistem Sport Tourism & Sport Science 365 Hari, di mana aktivitas kawasan diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik melalui kompetisi, pemusatan latihan, pembinaan atlet, penelitian, layanan olahraga, event, maupun kegiatan wisata," ujarnya.
3. Tinggal menunggu waktu sampai Arema FC bisa mengelola Stadion Kanjuruhan
Sementara itu, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Bupati Malang menjadi momentum untuk melihat secara langsung kondisi kawasan sekaligus memperdalam pembahasan mengenai skema pengelolaan. Menurutnya pengelolaan Stadion Kanjuruhan membutuhkan pembahasan yang matang karena menyangkut berbagai aspek, mulai dari operasional, pemeliharaan fasilitas, penggunaan stadion hingga pengembangan potensi ekonomi kawasan.
"Yang pasti kami telah melihat langsung kawasan Stadion Kanjuruhan bersama Pak Bupati. Pembahasannya juga semakin detail, karena kami ingin memastikan konsep pengelolaan yang disiapkan Arema FC bisa berjalan dengan baik. Kami tidak ingin pengelolaan stadion hanya berorientasi pada kepentingan klub. Jika nantinya kerja sama terealisasi, pengelolaan diharapkan juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung aktivitas ekonomi di sekitar Stadion Kanjuruhan," paparnya.
Curated For You
- [INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial 09 Sep 2026, 13:52 WIB
- Arema FC Kembali Gagal Meraih Kemenangan di Kandang18 Sep 2026, 19:57 WIB
- Penegakan Hukum Keracunan MBG Dipertanyakan, 11 Tokoh Bersuara21 Sep 2026, 07:00 WIB