Sejumlah Fakta Fernando Valente Pelatih Arema FC

Arema FC resmi memperkenalkan kepala pelatih baru guna melanjutkan persaingan di Liga 1 Indonesia 2023/2024. Mereka merekrut pelatih asing berpaspor Portugal, Fernando Valente. Singo Edan mengumumkan perekrutan itu pada Rabu (23/8/2023).
Kedatangan pelatih asing tersebut sudah lama dinantikan para penggemar Arema. Sebab, Singo Edan membutuhkan sosok yang bisa mengangkat muruah tim usai tampil jeblok awal musim ini. Itu terjadi setelah dua pelatih lokal sebelumnya, I Putu Gede dan Joko Susilo, gagal menjalankan tugas dengan baik.
Dikutip situs Arema FC, ada satu alasan mengapa Singo Edan akhirnya meminang Fernando Valente. Mereka memilih eks pelatih Shakhtar Donetsk U-19 itu karena keahliannya yang tak hanya piawai secara teknis. Namun, Fernando juga andal mengangkat mental pemain.
1. Pelatih berlisensi UEFA Pro

Fernando Valente adalah sosok pelatih kelahiran 22 Juli 1959 yang berasal dari Portugal. Pelatih berusia 64 tahun itu mempunyai lisensi kepelatihan UEFA Pro. Lisensi paling tinggi di kalangan pelatih sepak bola.
Lisensi UEFA Pro sendiri adalah lisensi kepelatihan grade 1 di Eropa. Dengan lisensi itu, seorang pelatih bisa menangani klub terbaik hingga level tim nasional di setiap negara. Lisensi UEFA Pro berada di atas lisensi kepelatihan UEFA A alias grade 2 di Benua Biru.
2. Lama menggeluti karier kepelatihan di Portugal

Fernando Valente lama menekuni karier sebagai pelatih sepak bola. Ia memiliki pengalaman melatih selama 31 tahun. Tercatat, Fernando pernah meretas karier kepelatihan di berbagai negara, seperti Portugal, Ukraina, dan Cina.
Fernando Valente paling lama menekuni karier di Portugal. Namun, ia melakoninya bukan di kompetisi kasta tertinggi, melainkan di kasta bawah. Fernando tercatat pernah menukangi delapan klub Portugal selama ini, seperti Estoril Praia U-23, Varzim, Santa Clara, Desportivo Aves, Espinho, USC Paredes, Lousada, dan Freamunde.
3. Sempat melatih Shaktar Donetsk U-19

Fernando Valente juga pernah menggeluti karier kepelatihan di negara lain selain Portugal. Ia pernah berkiprah di Ukraina dan Cina. Menariknya, klub yang dibesutnya kala itu memiliki nama besar di negara masing-masing.
Di Ukraina, Fernando Valente pernah menjadi kepala pelatih untuk Shaktar Donetsk U-19 pada 2019—2021. Lalu menukangi Shandong Taishan U-19 di Liga Cina pada 2016—2017. Hanya saja, Fernando tak meretas karier kepelatihan di kasta tertinggi selama itu.
4. Dikontrak Arema FC, Fernando tak asing dengan Liga Indonesia

Fernando Valente terakhir kali menangani suatu klub pada 2022/2023. Ia kala itu menjadi pelatih klub asal Portugal, Estoril Praia U-23. Namun, kerja sama mereka harus berakhir sampai akhir musim itu juga.
Sempat tak memiliki klub, Fernando Valente akhirnya dipinang Arema FC pada 2023. Salah satu klub asal Jawa Timur yang memiliki nama besar di sepak bola Indonesia. Mereka akan saling bekerja untuk mengarungi kompetisi 2023/2024.
Ini adalah kali pertama Fernando Valente meretas karier di Asia Tenggara. Meski begitu, ia sudah tak terlalu asing dengan sepak bola Indonesia. Itu disebabkan banyak pemain jebolan klub Portugal yang berkiprah di sini belakangan. Beberapa di antaranya seperti Carlos Fortes, Vitinho, dan Ze Valente.
5. Sosok ayah kandung pemain Persebaya

Ada satu hal yang menarik perhatian usai Fernando Valente menerima tawaran Arema FC. Ia nantinya akan bertemu dengan anak sendiri, Ze Valente, saat berkarier di Liga Indonesia. Itu disebabkan Fernando adalah ayah kandung dari sang pemain.
Diketahui, Ze Valente memang jebolan klub Portugal sebelum hijrah ke Indonesia. Pemain andalan Persebaya Surabaya itu sempat membela FC Penafiel sebelumnya. Sebuah klub yang berkompetisi di kasta kedua Liga Portugal. Sehingga, tak heran jika Fernando dan Ze memiliki latar belakang yang sama sebelum menetap di Indonesia.
Kerja sama antara Fernando Valente dengan Arema FC bisa dibilang terjadi secara kebetulan pada 2023 ini. Pasalnya, sebelum dihubungi pihak klub, Fernando sudah merencanakan untuk berlibur ke Indonesia selama 4 minggu. Namun, niatan itu justru menjadi berkah bagi sang pelatih usai resmi ditunjuk sebagai juru taktik anyar Singo Edan.



















