Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Titik Api Demonstrasi Surabaya Meluas hingga ke Jalan Basuki Rahmat

WhatsApp Image 2025-08-29 at 19.31.08.jpeg
Titik api di Jalan Basuki Rahmat Surabaya. (IDN Times/Khusnul Hasana)
Intinya sih...
  • Demonstrasi di Surabaya meluas hingga ke Jalan Basuki Rahmat
  • Kerusuhan menyebabkan penutupan akses jalan dan dampak terhadap fasilitas umum serta pertokoan di sekitarnya
  • Aksi solidaritas terhadap korban kekerasan aparat berkembang menjadi bentrokan terbuka, belum ada pernyataan resmi terkait kerusakan dan korban luka
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Surabaya, IDN Times - Aksi demonstrasi di Kota Surabaya masih berlangsung hingga malam ini. Titik bentrokan antara massa aksi dan aparat kepolisian meluas. Setelah sebelumnya terkonsentrasi di kawasan Gedung Negara Grahadi dan Jalan Gubernur Suryo, kini kerusuhan menjalar hingga ke Jalan Basuki Rahmat (Basra), salah satu jalan protokol utama di Surabaya.

Pantauan IDN Times, kepulan asap dan kobaran api terlihat di beberapa titik. Massa aksi membakar water barrier di sepanjang Jalan Basra, memaksa aparat untuk menutup total akses jalan tersebut. Api terlihat membesar di depan Polsek Tegalsari, mengakibatkan situasi semakin mencekam. Polisi juga terus mendesak massa dengan menembakkan gas air mata.

Sejumlah fasilitas umum dan pertokoan di sekitar lokasi turut terdampak. Gerai McDonald’s (McD) Basuki Rahmat ditutup sejak sore hari, menyusul penutupan total beberapa pertokoan besar di sekitarnya. Masyarakat sekitar berhamburan menjauh dari lokasi untuk menghindari dampak bentrokan dan asap gas air mata.

Penutupan jalan kini meluas, mencakup:

  • Jalan Gubernur Suryo

  • Jalan Pemuda

  • Jalan Panglima Sudirman

  • Jalan Yos Sudarso

  • Jalan Basuki Rahmat (Basra)

Aksi yang semula berlangsung sebagai bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan aparat kini berkembang menjadi bentrokan terbuka. Aparat terus membalas dengan gas air mata dan water cannon, sementara massa mempertahankan posisi dengan menembakkan petasan dan membakar barikade.

Hingga malam, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kota Surabaya maupun Polda Jatim terkait jumlah korban luka, kerusakan fasilitas umum, maupun langkah penanganan situasi darurat ini. Setidaknya baru laporan tentang 21 kendaraaan yang terbakar di Gedung Negara Grahadi.

Diberitakan sebelumnya, aksi ini dimulai pukul 14.00 yang melibatkan massa aksi dari gabungan mahasiswa dan masyarakat. Aksi ini merupakan bentuk solidaritas terhadap korban kekerasan aparat terkhusus Affan Kurniawan (21) driver ojek online yang meninggal dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta.

Selain menyuarakan tuntutan atas reformasi institusi Polri, massa juga menyerukan penghapusan budaya represif yang terus terjadi dalam setiap penyampaian pendapat di ruang publik.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Zumrotul Abidin
EditorZumrotul Abidin
Follow Us