Dialog Gagal, Massa Aksi Rusak Kantor DPRD Kota Madiun

- Dialog dengan Ketua DPRD dan Kapolres gagal meredam emosiKericuhan dipicu setelah dialog antara perwakilan massa dengan Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, serta Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, tidak menemukan titik temu.
- Massa lempar bom molotov ke halaman gedung DPRDSuasana semakin panas ketika massa mulai melempari aparat dengan botol dan batu. Bahkan, sebuah bom molotov dilemparkan ke halaman gedung DPRD sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas.
- Fasilitas DPRD rusak, water cannon dikerahkanMassa melampiaskan kemarahan dengan merusak pagar dan papan nama gedung DPRD. Tak hanya itu, kaca pintu
Madiun, IDN Times – Aksi demonstrasi ribuan massa aksi dari berbagai elemen mulai mahasiswa, pengemudi ojek online, hingga warga umum di depan Gedung DPRD Kota Madiun, Sabtu (30/8/2025), berakhir ricuh. Aksi yang awalnya berlangsung kondusif mendadak berubah mencekam setelah kesepakatan dialog dengan pejabat daerah gagal meredakan emosi massa aksi.
1. Dialog dengan Ketua DPRD dan Kapolres gagal meredam emosi

Kericuhan dipicu setelah dialog antara perwakilan massa dengan Ketua DPRD Kota Madiun, Armaya, serta Kapolres Madiun Kota, AKBP Wiwin Junianto, tidak menemukan titik temu. Padahal sebelumnya sempat ada kesepakatan terkait sejumlah tuntutan aksi.
2. Massa lempar bom molotov ke halaman gedung DPRD

Suasana semakin panas ketika massa mulai melempari aparat dengan botol dan batu. Bahkan, sebuah bom molotov dilemparkan ke halaman gedung DPRD sebelum berhasil dipadamkan oleh petugas. Aksi itu memicu kepanikan sekaligus membuat amarah massa semakin tak terkendali.
3. Fasilitas DPRD rusak, water cannon dikerahkan

Massa aksi melampiaskan kemarahan dengan merusak pagar dan papan nama gedung DPRD. Tak hanya itu, kaca pintu ruang paripurna juga pecah, disertai kerusakan pada fasilitas umum di sekitar lokasi. Polisi akhirnya menembakkan water cannon untuk membubarkan kerumunan yang makin anarkis.
4. Polisi belum umumkan jumlah kerugian maupun tersangka

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum merilis jumlah kerugian akibat kericuhan maupun kemungkinan adanya penetapan tersangka. Situasi di sekitar gedung DPRD Kota Madiun masih dalam penjagaan ketat aparat untuk mencegah terulangnya bentrokan.