Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Rekapitulasi KPU, Paslon Tunggal Pilkada Trenggalek Raih 80 Persen

Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Trenggalek, IDN Times - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek telah merampungkan rekapitulasi perolehan suara Pilgub dan Pilbup di tingkat Kabupaten. Hasilnya Paslon tunggal Mochamad Nur Arifin-Syah M Natanegara menang mutlak dengan perolehan suara mencapai 80,8 persen. Sedangkan bumbung kosong mendapat suara 19,2 persen. Angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada tahun ini hanya mencapai 62 persen.

1. Bumbung kosong peroleh 67.131 suara

Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Ketua KPU Trenggalek, Istatiin Nafiah mengatakan dari hasil rekapitulasi diketahui pasangan petahana tersebut total mendapat 282.576 suara. Sedangkan bumbung kosong mendapat 67.131 suara. KPU telah menetapkan hasil rekapitulasi perolehan suara ini.

"Setelah ditandatangani oleh komisioner dan saksi akan kami jadikan SK (Surat Keputusan) terkait dengan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara untuk Pilkada Trenggalek," ujarnya, Kamis (5/12/2024)

2. Angka partisipasi masyarakat hanya 62 persen

Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa
Proses rekapitulasi yang digelar KPU Trenggalek. IDN Times/ istimewa

Sementara itu, Komisioner KPU Trenggalek, Imam Nurhadi mengaku bahwa angka partisipasi masyarakat dalam Pilkada 2024 di Trenggalek tidak dapat mencapai target 75 persen. Bahkan angka partisipasi jauh lebih rendah dibandingkan Pilkada 2020 lalu.

"Pada Pilkada 2020 angka partisipasi mencapai 67 persen. Sedangkan di Pilkada 2024 angka partisipasi turun menjadi 62 persen," paparnya.

3. Hanya diikuti oleh paslon tunggal menjadi faktornya

Mochamad Nur Arifin dan istri saat menggunakan hak pilihnya. IDN Times/ istimewa
Mochamad Nur Arifin dan istri saat menggunakan hak pilihnya. IDN Times/ istimewa

Salah satu alasan menurunnya angka partisipasi menurut KPU Trenggalek disebabkan karena hanya terdapat satu paslon di Pilbup Trenggalek. Selain itu, faktor lain disebabkan karena jumlah TPS yang berkurang. Pada Pilkada 2020 jumlah TPS mencapai 1.550 titik, sedangkan Pilkada 2024 berkurang menjadi 1.115 TPS.

"Banyak C pemberitahuan atau undangan yang tidak terdistribusikan, karena pemilih meninggal dunia mencapai 2 persen," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bramanta Putra
EditorBramanta Putra
Follow Us